16 Tahun Sergai Berdiri Dua Desa Di Kec. Teluk Mengkudu Belum Pernah Tersentuh Pembangunan

0
58

POSBUMI.COM, SERGAI – Menelusuri informasi dari Beberapa warga Desa Sialang Buah kec. Teluk Mengkudu tim Investigasi PosBumi Com mencoba melintasi jalan yang menghubungkan desa Bosak Besar menuju Desa Pematang Kuala yang masih berada di satu Kecamatan.

Sepanjang jalan umum Dusun VII Desa Bogak Besar hingga Dusun II Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai tampak gelap gulita atau tanpa penerangan lampu jalan pada malam hari. Jum’at ( 09/10) malam.

Kondisi itupun diperparah dengan jalan yang berpasir tebal dan batuan yang kasar sehingga terlihat kedua Desa tersebut seperti Desa tertinggal tanpa ada pembangunan khususnya akses jalan yang selama 75 tahun Indonesia merdeka hingga saat ini 16 tahun menjadi Pemekaran Serdang Bedagai jalan di Dua desa itu belum pernah tersentuh pembangunan .

Pantauan wartawan Pos Bumi.com
saat melintas pada malam hari pukul 19.45 wib sepanjang jalan yang Tim Investigasi Pos Bumi.com tidak menemukan sebercah cahaya dari lampu jalan mulai Dusun VII Desa Bogak Besar hingga Dusun II Desa Pematang Kuala terlihat tanpa ada satupun penerangan lampu jalan dan terlihat seram juga rawan tindakan kejahatan seperti pencurian dan begal bahkan dapat menimbulkan kecelakaan (Laka) karena kondisi jalan yang memprihatinkan.

Terkait penerangan lampu jalan
beberapa masyarakat Dusun VII yang enggan disebutkan namanya mengatakan selaku masyarakat kami meminta kepada Pemerintah Desa khususnya Dinas Perkim Kabupaten Sergai agar merealisasikan lampu Jalan khususnya di Dusun VII Desa bogak besar yang berbatasan dengan Desa Pematang Kuala, karena kita lihat sangat gelap gulita.

“Akibat kondisi tersebut, kita anggap juga akan terjadi tindak kejahatan seperti pencurian dan tindakan-tindakan buruk lainnya. Karena baru baru ini saja di Dusun VII Desa Bogak Besar pada malam hari sudah pernah terjadi adanya maling pencurian di rumah warga,” sebutnya.

Selain itu, sambungnya, karena gelap gulita itu sehingga muncul niat-niat buruk, jadi kami minta pemerintah Desa harus tanggap dan memperhatikan hal penerangan lampu jalan Desa, sehingga warga yang melintas pada malam hari tidak takut dan was-was.

“Kami juga pernah dengar bantuan lampu jalan itu ada dengan Anggaran sebesar Rp 20 juta. Namun kami tidak tahu itu anggaran tahun berapa. Namun kenapa bantuan lampu jalan itu tidak sampai ke Dusun VII secara merata itu yang kami pertanyakan, sementara kami lihat Dusun lainnya terang,”ucap beberapa warga kepada media ini.

Terpisah, perwakilan Masyarakat Dusun II Desa Pematang Kuala yang tidak ingin namanya disebutkan, menegaskan bahwa kondisi ini bukan Desa Bogak Besar saja namun di Desa Pematang Kuala sama sekali tidak ada terealisasi soal lampu jalan, maka anggarannya itu harus dipertanyakan dan kami minta ini ditanggapi karena masyarakat juga sangat membutuhkan penerangan khususnya di jalan. Akibatnya, bisa saja terjadi kecelakaan karena jalan yang berpasir tebal dan bebatuan.

“Aneh juga, di Desa Pematang Kuala ko gak ada bantuan lampu jalan ya, ini menjadi tanda tanya besar. Kami berharap Pemerintah Desa agar memperhatikan kondisi ini sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman saat melintas khususnya pada malam hari,”bilangnya.

Menanggapi hal itu, saat dikonfirmasi Kades Bogak Besar, Syahrum kepada wartawan hingga kini tidak menjawab.

Selanjutnya, Kades Pematang Kuala Ramlan dikonfirmasi menuturkan bahwa tidak ada bantuan untuk lampu jalan.

“Gak ada bang “jawabnya singkat.(Jrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here