AKP Priyo Polisi Yang Bijak Mendapat Penghargaan

0
101

POSBUMI.COM, NTB– Seorang polisi di Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat sorotan positif dalam videonya yang beredar, Sabtu (27/6). Polisi yang bernama AKP Priyo Suhartono ini menolak menindaklanjuti laporan dari seorang pria berinisial M (40) yang berniat melaporkan ibunya K (60).

Sikap Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah yang menolak laporan seorang anak terhadap ibu kandungnya lantaran sepeda motor yang dibelikan sang ibu untuknya itu malah sering dipakai kerabatnya.

Sebagai seorang Kasat Reskrim, ia seharusnya menerima pelaporan tersebut. Tapi, nurani nya berkata lain. Ia menolak laporan itu dan memediasi permasalahan yang dialami ibu dan anaknya tersebut.

Bahkan, dalam aksi bijaksana itu, ia mendapat penghargaan dari Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Mohammad Iqbal, bertepatan dengan peringatan HUT ke-74 Bhayangkara, Rabu (1/7).

Kapolda NTB mengapresiasi AKP Priyo yang mengedepankan aspek kemanusiaan dan berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi polisi lainnya.

“Kita kasih penghargaan, dan saya usulkan juga kepada Mabes Polri untuk dapat pin emas dari Kapolri, kita usulkan. Tapi dalam momentum Hari Bhayangkara sudah saya kasih penghargaan tadi,” kata Iqbal.

Ia mengapresiasi AKP Priyo tidak hanya melihat penegakan hukum secara textbook.

“Polisi itu yang dikedepankan asas kemanusiaan, perlindungan dan pengayoman. Itu lah polisi-polisi yang mengedepankan hati nurani,” ujar Iqbal.

Menurutnya, AKP Priyo menolak laporan itu untuk menolong pelapor tersebut.

“Karena pelapor itu kan nanti dia mendapat dosa yang luar biasa, masa melaporkan wanita yang sudah mengandung, melahirkan, dan membesarkan dia. Sesungguhnya dia membantu dan menolong membuka mata hati pelapor sebagai anak kandung,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang ibu di Lombok Tengah, NTB, KS (61), dilaporkan anak kandungnya, MS (45), ke polisi gegara motor warisan seharga Rp 11 juta. Polisi meminta masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya memandangnya secara hati nurani saja ya, saya kemarin itu secara spontanitas aja, masa sih tega ibu sendiri. Bahasa enaknya adalah hukum memang harus ditegakkan, wajib ditegakkan, tapi juga memandang hati nurani juga lah, dan dari perspektif norma-norma lainnya,” kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono, Senin (29/6/2020).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here