Aksi Mahasiswa Ricuh saat Tolak UU Omnibus Law Di Susupi Penumpang Gelap

0
71

POSBUMI.COM, SERANG BANTEN – Kapolda Banten Irjen Fiandar mengatakan aksi mahasiswa yang ricuh saat menolak UU Omnibus Law disusupi. Ada kelompok tertentu yang membuat aksi ini berakhir ricuh.

“Penolakan pengesahan UU Cipta Kerja, di sini kelompok mahasiswa gabungan mahasiswa diduga disusupi kelompok non-mahasiswa,” kata Fiandar kepada wartawan di Serang, Selasa (6/10/2020).

Ia menyebut bahwa penyusup non mahasiswa ini ada yang diduga pedagang, sampai pelajar. Polisi masih mendalami apa kira-kira motif penyusupan ke aksi tersebut.

“Eksternal dari luar mahasiswa, ada pedagang, ada pelajar SMA segala macam. Nanti kita dalami apa kira-kira motivasi dan lain sebagainya, masih perlu pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.

Polisi, katanya sudah melakukan upaya persuasif agar aksi mahasiswa se-Banten ini berhenti pada pukul 18.00 WIB. Namun, upaya itu gagal sampai akhirnya dipaksa untuk bubar karena massa melakukan perlawanan.

“Dikasih kesempatan juga, bahkan ketika dibubarkan melakukan pelemparan menggunakan petasan, mercon, melempari batu dan sebagainya, mereka masuk ke kampus,” ujarnya.

Bahkan, polisi juga katanya sempat meminta bantuan Wakil Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten untuk membujuk agar aksi bubar. Upaya itu pun gagal dan mahasiswa bertahan di dalam.

Sekitar pukul 22.30 WIB, kepolisian membuka akses Jalan Jenderal Soedirman. Pantauan detikcom, lalu lintas kembali lancar dan bisa dilintasi pengendara.(Rdw/Dtk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here