Bangsasuci Bahas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui FGD

0
126

POSBUMI.COM KOTA TANGERANG – Permasalahan sampah menjadi polemik yang sangat mengakar di tengah masyarakat karena Pengelolaan yang tidak menguntungkan bagi semua pihak.

Terhitung dari Tahun 2016 pengembangan dan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sudah berjalan dengan pembuatan draft kontrak kerjasama belum disepakati, penunjukan PT Oligo Infrastruktur Indonesia sebagai pemenang lelang dengan penunjukan terakhir dari PT Tangerang Nusantara Global (TNG).

Direktur Utama PT TNG, Edi Candra mengatakan, pembuatan draft kontrak harus dibuat dengan penuh kehati-hatian. Sebab investasi yang dituangkan mencapai Rp. 2,5 Triliun dengan menggunakan skema build, operate and transfer (BOT) selama 25 tahun kedepan.

“Masih awal fase kedua, saat ini masih membahas draft kontrak. Kita targetkan selama tiga bulan dari pertengahan April hingga pertengahan Juli 2020,” papar Edi kepada wartawan, Jumat (19/6/2020).

Edi mengungkapkan bahwa ada beberapa point yang perlu diperhatikan dalam penetapan para pihak yang tertuang dalam kontrak tersebut.

“Para pihak pertamanya siapa, kalau mengikuti Perwal seharusnya PT TNG. Tapi kalau mengikut draft dari pansel tersebut Pemkot Tangerang. Nah, disitulah pembahasan menjadi panjang, plus minusnya dari sisi bisnis akan dilakukan pengkajian,” jelas Edi sambil menjelaskan jika kontrak telah disepakati, barulah pembangunan dapat dilakukan.

Sementara pembangunan itu sendiri memerlukan waktu selama kurang lebih 3 tahun, dimana itu nantinya PSEL di Rawa Kucing dapat menampung 1.500 ton sampah/hari. Maka pada tahun 2023 nanti Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Rawa Kucing tersebut akan menampung lebih dari 2.000 ton/hari karena dalam Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) itu memerlukan sampah sebanyak 2.500 ton/harinya.

“Diketahui bahwa untuk tipping feenya sendiri, telah disepakati sebesar Rp. 310.000/ton sampah, artinya, biaya yang dikeluarkan dalam setahun untuk tipping fee sekitar Rp169 miliar” pungkasnya

Sementara, Dedi Suhada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menuturkan, pihaknya terus mengupayakan agar tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing terus berkurang.

“TPA Rawa Kucing diperkirakan dapat menampung sampah hingga empat tahun ke depan. Namun kita upayakan untuk terus menguranginya dengan menggunakan program Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL),” ungkapnya.

Pada kesempatan yang bersamaan Tubagus Sany Soniawan Camat Neglasari mengungkapkan, pihaknya terus mendukung program tersebut selama memberikan keuntungan bagi wilayahnya dan masyarakatnya.

“Selama itu menguntungkan akan terus kita dukung,” pungkasnya.

Pada sesi pertanyaaan di Forum Group Discussion (FGD) tersebut, Hendri Zein Tokoh Kota Tangerang turut mengatakan bahwa Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) agar dapat di kelolah oleh PT. Tangerang Nusantara Global (TNG) daripada harus dipegang oleh PT. Oligo Infrastruktur Indonesia sebagai pihak ketiga demi memberikan keuntungan untuk Daerah.

RED

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here