Bodebek Masuk Zona Merah, Corona Kembali Agresif di Jawa Barat

0
83

POSBUMI.COM, Bandung –Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional untuk Kabupaten/Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten/Kota Bekasi (Bodebek).

Perpanjangan masa PSBB ini berlaku mulai 1 September hingga 29 September 2020. Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.476-Hukham/2020.

Pria yang akrab Kang Emil itu mengaku memperpanjang masa PSBB Bodebek karena laju penyebaran COVID-19 yang kembali agresif.

“Karena hasil laporan gugus tugas nasional, di zona merah nya kan bertambah, setidaknya Kota Bogor, jadi itu kita perpanjang (PSBB),” kata Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung pada Selasa (1/9) lalu.

Dua hari PSBB Bodebek diperpanjang, Kang Emil juga menyatakan terjadi penambahan zona Merah di wilayah Jabar. Empat wilayah di Bogor, Depok, Bekasi kini berstatus zona merah.

“Zona merah bertambah tidak hanya di Kota Bogor, tetapi juga Kota Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Bekasi. Jadi dari Bodebek hanya Kabupaten Bogor yang tidak zona merah,” ucap gubernur Jawa Barat.

Kang Emil juga menambahkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bisa menekan kenaikan kasus COVID-19 di Jabar.

“Mudah-mudahan seperti halnya Minggu lalu, dengan koordinasi yang baik kita bisa kembalikan ke risiko sedang dan rendah,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin mengatakan, saat ini pihaknya masih memberlakukan PSBB Pra Adaptasi dengan pelonggaran di beberapa sektor. Ade masih menunggu perkembangan penanganan kasus COVID-19 di akhir pemberlakuan PSBB.

“Kita kan pembatasannya sampai 10 September, nanti perkembangan dilihat setelah 10 September seperti apa dan penanganannya seperti apa. Tapi sekarang kita masih melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Pra Adaptasi,” kata Ade, Jumat (4/9) kemarin.

Ade menyebut, Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang didominasi oleh pedesaan yang disebutnya minim penularan COVID-19. Meski begitu, penanganan khusus tetap dilakukan di wilayah perkotaan dan zona merah di Kabupaten Bogor.

“Penanganan di kami itu kan lebih banyak di desa ya, dan desa sebetulnya tidak perlu terlalu khawatir untuk cepat terpapar. Perlu dikhawatirkan itu di wilayah kota, dan kita penanganan di wilayah kota. Di zona merah ini merupakan persoalan sendiri dan kita tangani secara khusus, gitu. Jadi tidak bisa diratakan 40 kecamatan (se-Kabupaten Bogor) penanganannya sama,” jelasnya.

Pertemuan dengan Pemkot Bogor, lanjut Ade, sebagai upaya bagaimana mengantisipasi penyebaran COVID-19 akibat adanya migrasi warga dari empat daerah zona merah tersebut.

“Ya itu tadi, kenapa kami bertemu (dengan Wali Kota Bogor Bima Arya), yaitu untuk membahas supaya yang sekarang belum merah jangan sampai merah, yang sudah merah juga supaya turun lagi ke zona orange atau zona kuning,” kata Ade.

Sementara itu berdasarkan data di laman Pikobar Jabar, tertera jumlah kasus terkonfirmasi positif di Bodebek dalam sepekan terakhir. Adapun rincian jumlah kasusnya yaitu:

1. Kabupaten Bekasi : 417 positif
2. Kota Bekasi : 369 positif
3. Kota Depok : 213 positif
4. Kota Bogor : 105 positif
5. Kabupaten Bogor : 103 positif

(NS/DT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here