Demi Menjaga Kenyamanan Masyarakat Pasca Eksekusi Lahan : DPD KNPI Kota Tangerang Sampaikan Pernyataan Sikap

0
171

POSBUMI.COM.KOTA TANGERANG – Akhir-akhir ini terjadi eksekusi lahan di wilayah Kota Tangerang. Pertama, eksekusi lahan oleh PN Tangerang pada tanggal 7 Agustus 2020 di Kelurahan Cipete dan Kunciran Jaya Kec. Pinang. Sengketa lahan yang dimenangkan pihak Sdr. Darmawan mendapat penolakan dari pihak Sdr. Frangky.

Meski ada surat penundaan eksekusi dari kepolisian, kegiatan tetap dilaksanakan. Akhirnya Eksekusi oleh PN Tangerang itu pun berujung bentrokan diantara dua kubu yang melibatkan dua ormas. Akibatkan kantor kecamatan Pinang menjadi sasaran dan kedua kubu yang bersitegang saling sweeping. Kondisi ini juga sempat membuat masyarakat resah.

Kedua, eksekusi lahan pada tanggal 11 Agustus 2020 oleh PN Tangerang atas bidang tanah yang terkena proyek Jalan Tol Cengkareng – Batuceper – Kunciran terletak di Kel. Kunciran, Pakojan, Cipete, Jurmudi dan Tanah Tinggi.

Eksekusi pengosongan lahan itu juga mendapat penolakan dan berakhir dengan kisruh. Pasalnya warga meminta BPN dan PPK terlebih dahulu menyelesaikan pembayaran ganti kerugian lahan warga yang terkena pengerjaan proyek jalan tol tersebut.

Menyikapi hal tersebut, kami DPD KNPI Kota Tangerang menyatakan sikap;

1. PN Tangerang agar menjalankan saran Kapolres Metro Tangerang Kota agar melakukan penundaan eksekusi lahan demi keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat. Apalagi terdapat beberapa bidang yang masih belum jelas atau tidak terdaftar di BPN.

2. Meminta masyarakat tenang dan tidak terprovokasi dengan aksi yang terjadi untuk mencegah bentrok terjadi kembali yang berpotensi menimbulkan masalah keamanan diwilayah Kota Tangerang serta tidak terpengaruh oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

3. Kedua kelompok yang bersengketa lahan dan melibatkan Ormas agar menahan diri serta menempuh jalur hukum atas sengketa lahan dan dapat menjaga kondusifitas wilayah yang selama ini hidup aman, damai dan tentram.

4. Masyarakat Pinang Kota Tangerang untuk tetap menjalankan aktifitas kehidupan bermasyarakat seperti biasanya dan pelayanan kantor kecamatan tidak terganggu akibat sengketa yang terjadi.

5. Meminta kepada aparat penegak hukum TNI Polri mendorong mediasi diantara dua kelompok yang berseteru, mengambil tindakan kepada siapapun yang sengaja memprovokasi, membuat kerusuhan dan merusak fasilitas negara serta komitmen memberikan rasa aman nyaman dan tentram kepada masyarakat.

6. Kepada BPN Kota Tangerang dan PPK pengerjaan proyek jalan Tol Cengkareng, Batuceper dan Kunciran agar menyelesaikan pembayaran ganti kerugian apabila ada yang belum dituntaskan karena itu hak masyarakat yang wajib diberikan.

7. Mengusut tuntas penyebab sengketa lahan yang ada di Kota Tangerang, diduga banyak oknum-oknjm yang bermain terhadap proses legalitas kepemilikan tanah. Jangan sampai hal ini terjadi lagi di lokasi lain di Kota Tangerang.

8. Pemerintah Daerah dan BPN Kota Tangerang harus bertanggung jawab dan memperkuat pengawasan kepemilikan tanah yang sah agar tidak terjadi tumpang tindih sertifikat tanah dan kepemilikan ganda.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Salam Pemuda !!!

Uis Adi Dermawan
Ketua KNPI Kota Tangerang

Yudhistira Prasasta
Sekretaris KNPI Kota Tangerang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here