Demo KKPMP Tuntut Mabes Polri Menindak Tegas Premanisme Berkedok Debt Collector

0
606

POSBUMI.COM, JAKARTA –  Alinasi Ormas KKPMP, TPMP, GOMP, LPK-MP, GPO, PSPMP, PERPAM-LPKI, LASKAR BANTEN dan perwakilan Ojek Online kembali turun ke jalan menyampaikan aspirasi di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No. 3, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.(20/07/2020)

Aksi damai ini bermula dari ketidakpastian hukum yang ditangani pihak kepolisian mengenai kasus penarikan salah satu unit kendaraan roda empat oleh Debt Collector/matel.

Yang mengakibatkan jatuhnya korban pembacokan yang terjadi di wilayah hukum Polres Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Bertempat di Perempatan Kp. Bugel Kecamatan Tigaraksa, Tangerang pada hari Selasa 14 Juli 2020.

Dalam pantauan wartawan di lokasi, massa  datang dari tiga provinsi yakni, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat berjumlah kurang lebih 2.000 massa.

Perwakilan KKPMP (Kesatuan Komando Pembela Merah Putih) DKI Jakarta, H Jainal menyampaikan bahwa aksi hari ini tiada lain agar kapolri menindak tegas premanisme yang berkedok debt collector yang sudah sangat meresahkan masyarakat.

Dan ia juga tegaskan supremasi hukum harus ditegakkan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia, jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah yakni masyarakat kecil, Polisi harus berani untuk menangkap premanisme yang sudah secara terang-terangan melakukan kejahatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disampaikan juga oleh Mitmen korlap perpam, bahwa Perpam sangat mendukung aksi damai ini, dan juga sebagai organisasi masyarakat Perpam yang dimana kami selalu membela masyarakat kecil yang tertindas, dan kami datang ke sini guna mensuport kawan-kawan dan saudarah kami dari Ormas KKPMP menyampaikan aspirasi di depan MABES POLRI ini, tidak ada lain adalah untuk mendukung POLRI membrantas premanisme debt collector dan matel yang di mana dipekerjakan oleh Leasing/Jasa keuangan Finance.

“Dalam putusan MK itu sudah sangat jelas bahwa Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 yang memutuskan perusahaan kreditur atau Leasing tidak bisa mengeksekusi obyek jaminan fidusia secara sepihak atau langsung mengambil obyek jaminan apabila kreditur melakukan wanprestasi (cidera janji),” ujarnya

Lebih lanjut ia mengatakan, namun harus melalui permohonan eksekusi dari pengadilan. Sebelumnya, perusahaan kreditur memiliki hak untuk mengeksekusi objek jaminan sebagaimana telah diatur dalam Pasal 15 ayat (2) UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

“Bukan dengan mengirim Debt Collector/Matel datang ke rumah dan tarik unit di jalan,” ucap Mitmen Korlap Perpam.

Ketua GOMP ( Gerakan Ojol Merah Putih ). Ardi dalam orasinya menyampaikan masyarakat yang profesinya sebagai Ojek Online (OJOL) melihat tidak ada keadilan terhadap kami, beberapa kawan kami yang motornya diambil di jalan pada saat lagi narik, bahkan menjadi korban kejahatan oleh okunum Debt Collector/Matel.

Dan kasus demi kasus di jalanan sudah kami lapor, baik Polsek setempat bahkan polres, dan sampai saat ini kepastian hukum tidak jelas terhadap Preman yang berkedok Debt Collector/Matel.

“Kami Ojol saat ini sangat mendukung dan berharap kehadiran Kapolri untuk mengintruksikan Jajaran Kepolisian agar menindak tegas premanisme di bumi pertiwi,” ucap Ardi Ketua GOMP.

Orasi Aliansi ormas di depan mabes polri tidak butuh waktu lama, Akhirnya tuntutan mereka dipenuhi oleh pihak Polri, perwakilan 10 orang diijinkan masuk untuk bertemu dengan kabid Humas Polri.

Dalam pantauan Wartawan di lokasi, aksi damai aliansi ormas tersebut berakhir pulang dengan tertib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here