Diduga Gelapkan Bansos COVID-19, Ketua RT Dilaporkan Ke Polres Kota Waringin

0
86

POSBUMI.COM,  SAMPIT  – Akibat ulah yang tidak transparan kepada masarakat akirnya, Ketua RT di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit dilaporkan ke Polres Kotawaringin Timur (Kotim) oleh sejumlah ibu rumah tangga, Selasa (21/7/2020).

Pasalnya, oknum Ketua RT itu diduga menggelapkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Total bantuan yang digelapkan sekitar Rp 20.500.000. Ada 41 kepala keluarga (KK) yang mengaku sebagai korban, lantaran seharusnya menerima bantuan sosial tersebut.

“Yang belum diserahkan bantuan tersebut ada sekitar 41 KK. Yang baru diserahkan hanya 14 KK, itu juga tetangga dari ketua RT tersebut,” ujar Toriah, salah seorang warga yang melaporkan kasus tersebut.

Dana BST seharusnya diterima dengan nominal Rp 500 ribu per KK. Sedangkan di RT tersebut, yang masuk dalam data penerima ada 55 KK. Namun setelah pencairan pada 12 Juli 2020 lalu, hanya 14 KK yang diserahkan Ketua RT tersebut. Sedangkan 41 KK lainnya hingga hari ini belum menerima.

Kasus tersebut sendiri sempat dimediasi di Polsek Ketapang. Hasilnya, ketua RT tersebut minta tempo 3 hari untuk menyerahkan hak para warga. Namun setelah 3 hari, ternyata istri ketua RT itu menghubungi mereka dan mengatakan hanya bisa memberikan Rp 400 ribu untuk 15 KK.

“Bahkan tadi malam, istrinya nelpon lagi hanya bersedia membayar Rp 400 ribu untuk 8 KK saja. Tentu hal ini menjadi pertanyaan kami. Makanya kami melapor ke Polres Kotim,” kata Toriah.

Pihaknya ingin ada itikad baik dari Ketua RT tersebut. Kalau bisa dalam beberapa hari kedepan, bantuan tersebut sudah diserahkan kepada masing-masing KK penerima.

Sementara, kronologis dari kasus, bermula ketika Ketua RT tersebut mendata penerima bantuan sosial warganya. Ada 62 KK yang diajukan, namun yang berhak menerima hanya 54 KK.

Pencairan dana dilakukan di Bank Kalteng. Dengan alasan menghindari bertumpuknya banyak orang, pencairan dana dilakukan Ketua RT dengan mengantongi surat kuasa beserta tanda tangan di atas materai dari warganya.

Setelah dana cair, Ketua RT berjanji akan membagikan pada 15 Juli 2020. Namun saat itu tidak direalisasikan, sehingga warga mendatangi rumah ketua RT tersebut.

Akan tetapi, ketua RT tidak bisa ditemui dan dilaporkan ke Polsek Ketapang untuk mediasi. Dia kemudian diberikan waktu 3 hari unuk menyalurkan bantuan tersebut. (Kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here