FPI Punya Laskar, Desmond : Laskar Ini Tujuannya Apa?

0
68

POSBUMI.COM, JAKARTA –  Insiden penembakan terhadap 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cimampek, KM 50 pada Senin, 7 Desember 2020 lalu masih menjadi sorotan.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa mempertanyakan fungsi laskar FPI imbas insiden Tol Jakarta Cikampek beberapa hari lalu. Apa kata Desmond?

Kebingungan akan laskar ini berawal ketika ia diminta penjelasan pihak keluarga soal laskar khusus FPI. Terkait hal tersebut ada atau tidaknya pelatihan khusus bagi para pengawal/prajurit/laskar.

“Ada nggak pelatihan khusus untuk pengawalnya itu? Ada nggak pelatihan khusus yang Ibu tahu, kalau nggak tahu nggak usah. Silakan,” kata Desmond Junaidi Mahesa saat rapat bersama keluarga korban di gedung DPR RI, Jakarta,  seperti dilansir dari detik.com, Kamis (10/12/2020).

Umar, salah satu paman korban Andi Oktiawan menjelaskan memang ada 4 rombongan laskar yang mengawal Habib Rizieq ke luar Jakarta. “Saya hanya klarifikasi karena begini, tadi sudah saya terangkan bahwasannya ini rombongan Imam untuk mengaji keluarga, datang di perjalanan jam 22.00 WIB itu untuk rombongan keluarga diiringi dua mobil laskar di depan, dua di belakang, seperti itu,” ucapnya.

Selanjutnya Umar memastikan laskar bukan dimaksudkan untuk berperang melainkan ditugaskan khusus mengawal Habib Rizieq.

“Jadi ini bukannya perang, bukannya perang. Kalau perang, semua bawa senjata, Pak. Kedua, tadi, untuk ketahui, laskar khusus, itu saya nggak ke situ, nggak tahu ya, mungkin khusus itu khusus pada saat itu yang ditugaskan oleh Imam (HRS), dan masalah pistol, sekarang ini logikanya, pistol kayaknya sudah tahu harganya berapa mungkin ya. Laskar ini pejuang-pejuang Islam ini suka riil dengan hati nurani, mau beli baju aja pakai nyicil, sekarang gimana bisa punya ada senjata seperti itu,” paparnya.

Penjelasan Umar direspons oleh Desmond. Dia mempertanyakan kembali fungsi laskar FPI tersebut.

“Pak, saya juga minta gini loh, Pak, kalau ini laskar kan tentara, ini bingung juga saya, laskar ini kan tentara untuk perang juga, perang sama siapa? Ini saya juga jadi bingung. Kalau ini laskar kan perang, juga nggak benar ini. Saya pimpinan Komisi III, kalau lihat ini, kayak dalam keadaan perang semua,” jawab Desmond.

“Bukannya laskar memiliki fungsi yang sama bukan berperang. Lalu apa tujuan laskar FPI dibentuk. Kalau laskar-laskaran ini sama saja zaman laskar perang revolusi, kakek saya juga komandan laskar, tapi tujuannya kemerdekaan. Nah, laskar sendiri sekarang tujuannya apa? Mau mendirikan negara Islam? Itu langgar konstitusi,” pintanya.

Lebih jauh Desmond mengingatkan terkait seperti ada kesan untuk membubarkan negara Indonesia dengan persoalan laskar ini. Pasalnya, seorang habib seharusnya tidak memberikan kesan seperti hendak membubarkan agama.

“Hal-hal ini harus hati hati, jangan sampai Indonesia yang sudah damai di tengah problemnya yang sudah sangat banyak, kok berantem sama kita. Emang kita mau bubarkan negara ini? Kan tidak. Habib yang saya tahu tidak bubarkan agama kan? Gitu loh. Kita hati-hati sebagai anak bangsa, jangan di antara kita kesannya kita mau perang-perangan, itu yang jadi lucu, nggak keluar konteks saya, ini bicara berbangsa. Masa bangsa kita rusak yang udah kita bangun karena kepentingan politik, kan lucu. Saatnya kita cooling down, untuk hadapi persoalan COVID-19 yang kapan selesainya tidak jelas. Bangsa ini untuk bertahan aja sudah bagus,” tegas Desmond. (dtk/yk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here