Gagal Total WH-Andika Menangani Dampak Covid-19

0
68

POSBUMI.COM, TANGERANG – Di terbitkannya Keputusan Gubernur Nomor 443/kep.8-Huk/2021 tentang Perpanjangan tahap kelima Pembatasan Sosial Berskala dalam rangka percepatan penanganan covid-19 di Provinsi Banten memberikan pertanyaan besar, kebijakan apa yang akan di ambil oleh WH-Andika untuk mengurai dampaknya??

Menurut kami tidak ada kebijakan yang untuk menanggani dampak akibat penerapan PSBB/PPKM, UMKM tumbang pengangguran naik tajam, lalu sudah apa yang diperbuat oleh Gubernur dan wakil Gubernur, semua masyarakat menjerit, bantuan tidak tepat sasaran, data kacau.

Dengan kembali di terapkan PSBB hanya memperlemah kondisi ekonomi mereka saja sebab secara otomatis berdampak signifikan terhadap penghasilan yg mereka dapatkan.

Penanganan covid-19 bukan hanya tentang penanganan kesehatan saja, seperti yang kita ketahui bahwa ada tiga program Prioritas penanganan covid-19 yaitu: penanganan kesehatan, prioritas dampak ekonomi dan prioritas penyediaan sosial safety net.

“Akan tumpang tindih sepertinya, di satu sisi pemerintah memberikan modal usaha bagi UMKM dalam rangka stabilisasi ekonomi tapi disisi lain pemerintah membatasi ruang gerak mereka dengan terus menerapkan PSBB. Tidak selaras antara kebijakan yang satu dengan yang lainnya. Seharusnya ada sinkronisasi terhadap kebijakan-kebijakan yang di ambil dan jangan terkesan kebijakan yang di lakukan anya mengahmaburkan anggaran saja.”

Seharusnya Pemprov Banten memiliki inisiatif lebih dari sekedar PSBB, toh selama ini Pemprov banten tidak menjelaskan apakah PSBB dari tahap satu sampai lima berpengaruh terhadap penekakan angka penyebaran virus covid-19 di provinsi Banten. Sebab selama ini dalam website resmi Pemprov banten malah setiap bulan mengalami lonjakan angka penyebaran covid-19 di provinsi Banten.

Kami menduga bahwa penerapan PSBB tidak melalui analisis dan kajian yang matang hanya melanjutkan trend daerah daerah lainnya, namun minim inisiatif justru membenturkan masyarakat. Jelas bahwa memang WH-Andika gagal total karena Nol besar soal penangganan dampak Covid-19.

Ahmad Priatna
Wakil Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here