Gegara Dimaki Kapolres,Kasat Sabara Blitar Ajukan Resign Dan Di Tarik Ke Polda Jatim

0
61

POSBUMI.COM, BLITAR JATIM – Polri telah berkoordinasi dengan Propam Polda Jawa Timur untuk menerjunkan pengamanan internal (paminal) untuk mengklarifikasi pengunduran diri (resign) Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo. Untuk sementara waktu, AKP Agus ke Polda Jawa Timur (Jatim).

“Tentunya, nanti yang bersangkutan (Kasat Sabhara) dan Kapolres Blitar akan dimintai keterangan, termasuk anggota lainnya yang mengetahui kejadian dimaksud. Untuk sementara, Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus, sesuai perintah Kapolda Jatim, untuk ditarik ke Polda Jatim,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, melalui pesan singkat, Kamis (1/10/3020).

Awi memastikan, baik AKP Agus maupun Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo, akan dimintai keterangan. Dia meyakini nantinya akan terbongkar versi mana yang benar.

“Nanti pasti diklarifikasi kebenaran informasi tersebut, yang benar yang mana, versi Kasat Sabhara atau versi keterangan Kapolres. Tentunya akan di ungkap fakta-faktanya oleh Bidpropam Polda Jatim,” jelasnya.

Seperti diketahui, AKP Agus mengajukan resign karena kecewa dengan Kapolres Blitar. Menurut Awi, duduk perkara permasalahan tersebut bermula ketika ada anggota Sabhara ditegur Kapolres karena berambut panjang.

“Informasi awal dari Kabidpropam ada anggota Sabhara rambutnya panjang ditegur Kapolres, dan Kasat-nya ini membela anak buahnya,” ungkap Awi.
Sebelumnya, AKP Agus datang ke Polda Jatim dengan membawa surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri. Dia menyebut Kapolres Blitar kerap melontarkan kata-kata kasar.

Agus menambahkan hatinya tidak bisa menerima dengan perlakuan arogansi Kapolres kepada anak buahnya. “Alasan saya mengundurkan diri karena saya tidak terima. Hati saya tidak bisa menerima selaku manusia dengan arogansi kapolres saya. Sebenarnya ini akumulasi dari senior saya. Akumulasi kasat yang lain,” ucap AKP Agus saat ditemui di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, hari ini.

“Namanya manusia tentu ada kelebihan dan kekurangan. Setiap beliau marah, ada yang tidak cocok itu maki-makian kasar yang diucapkan. Mohon maaf, kadang sampai menyebut binatang, bajingan dan lain-lain. Yang terakhir, sama saya sebenarnya tidak separah itu. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah, dan lain-lain,” ungkap Agus.(DN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here