Geser CCTV, Karyawan Hypermart Cabang WTC Serpong Dipecat Secara Sepihak

0
956

POSBUMI.COM, TANGERANG – Nasib naas menimpa Abdul Ruhyana,  seorang mantan karyawan PT Matahari Putra Prima (Hypermart) Cabang WTC Serpong, di Jalan Raya Serpong no 38 Pondok Jagung, Kota Tangerang Selatan.

Pasalnya, selama 7 ( tujuh) tahun berkerja sebagai karyawan tetap di perusahaan tersebut, ia dipecat secara sepihak tanpa ada surat peringatan (sp) terlebih dahulu.

Alhasil, saat ini Abdul Ruhyana hanya bisa merenungkan nasibnya yang sudah tidak memiliki pekerjaan. Padahal, istrinya baru saja melahirkan anak pertamanya.

Kini, Abdul Ruhyana berusaha mencari keadilan dan meminta bantuan hukum kepada advokat Rekky Andrian, SH, selaku Ketua Team dari Divisi Bagian Bantuan Hukum Posbumi.com

Advokat Rekky Andrian, SH mengatakan, kliennya diduga menerima paksaan dan tekanan dari atasannya sebagai LPM di PT Matahari Putra Prima untuk memberikan tanda tangan surat pengunduran diri secara sepihak, sehingga tidak sesuai dengan dasar hukum yang berlaku, yaitu UU no 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan,

“Kami team advokasi beserta team investigasi Media POSBUMI.com menemukan beberapa bukti dan petunjuk terkait adanya dugaan pemaksaan atau intervensi terhadap klien kami, sehingga di dalam posisi penuh dengan tekanan, klien kami membuat surat pernyataan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Faktanya, istri dari Klien kami baru saja melahirkan dan membutuhkan materil demi melangsungkan hidup dan menafkahi keluarganya,” ujar Advokat Rekky Andrian, SH. Senin (23/11/2020)

Diakui Advokat Rekky Andrian SH, Kuasa Hukum dari Abdul Ruhyana, bahwa kliennya dituduh telah memainkan kamera CCTV di tempat ia bekerja. Karena alasan tersebut Abdul Ruhyana diputus hubungan kerja oleh PT. Matahari Putra Prima (Hypermart) Cabang WTC Serpong, Kota Tangerang Selatan

“Bahwa klien kami sudah bekerja sejak tahun 2013 belum pernah melakukan kesalahan fatal yang dapat merugiakn perusahaan. Dikarnakan keisengan semata klien kami memainkan kamera CCTV di tempat ia bekerja, dan tidak menimbulkan kerugian terhadap pihak Hypermart itu sendiri,” ujar Advokat Rekky Andrian, SH

Untuk itu, masih kata Advokat Rekky Andrian, SH, meminta kepada pihak PT Matahari Putra Prima (Hypermart) Cabang WTC Serpong, untuk segera menyelesaikan dan memenuhi hak-hak kliennya sebagai karyawan, sesuai dengan ketentuan UU no 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan dan memberikan ganti rugi baik materil dan inmateril

“Kepada Hypermart Cabang WTC Serpong untuk segera menyelesaikan hak-hak dari klien kami yang sampai saat ini klien kami belum terima,” ucap Advokat Rekky Andrian, SH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here