Gubenur Banten Angkat Bicara: SOAL Ibu Hamil Yang Ditandu Di Kab Lebak

0
30

POSBUMI.COM, BANTEN – Gubernur Banten Wahidin Halim angkat bicara soal masih ada warga di Kabupaten Lebak yang ditandu menggunakan bambu dan sarung saat akan melahirkan untuk pergi ke rumah sakit. Menurutnya, jalan di daerah sana memang masih buruk khususnya yang dikelola oleh Pemkab.

“Ditandu karena jalan di Lebak jelek-jelek, tanya bupatinya,” ujar Wahidin kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Masalahnya menurut Wahidin ibu hamil yang ditandu oleh warga di Desa Barunai, Kecamatan Cihara itu bukan jalan kewenangan provinsi. Jalan desa jadi kewenangan Pemkab Lebak bagaimana pengelolaan dan pembangunannya.

“Itu kan jalan desa, jalan kabupaten bukan jalan provinsi, itu masalahnya,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, karena jalan rusak di desa itu pada Selasa (27/10) seorang ibu ditandu sejauh 3 kilometer. Warga setempat Badrudin kemudian mengunggah status atas peristiwa itu.

“75 tahun merdeka kapan merasakan indahnya jalan. Yang mau melahirkan pun digotong menggunakan bambu dan sarung. Helou pemerintah setempat apa kabar. Kampung bitung desa Barunai Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Banten. Mana sumpah untuk mengayomi rakyat,” tulisnya di akun Badry Aliansyah miliknya.

Unggahan itu kemudian berujung ia dibawa ke kantor Polsek Panggarangan pada Senin (2/11). Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kepala desa tidak terima atas video yang viral tersebut bahkan dinilai mencemarkan nama baik.

“Alasannya ngamankan, sedangkan Polsek ngakui itu aspirasi masyarakat, jaro (kepala desa) kekeuh katanya pencemaran nama baik,” kata Rinaldi selaku kakak ipar.

DPRD Lebak menduga bahwa ada intimidasi terhadap Badru atas postingan tersebut di media sosial. Pemkab dan Polda Banten diminta turun tangan atas masalah ini.

“Saya mendengar itu (dugaan intimidasi) bahwa ada upaya apalagi ada buat pernyataan berarti kalau ada pernyataan berarti ada upaya semacam intimidasi atau kekerasan. Berarti kepala desa kalau ini oknumnya kades telah melakukan perlakukan sewenang-wenangan, ini tidak boleh dibiarkan,” kata Anggota DPRD Musa Weliansyah(Rdw/Dtk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here