Guru di Negara Maju Khawatir Jika Muridnya Tidak Bisa Meng-antri Daripada Tidak Bisa Matematika

0
101

Budaya antri adalah hal yang penting yang tidak disadari masyarakat. Padahal meng-antri menjadi salah satu barometer kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Sudah sangat sering diingatkan sampai diperingati di beberapa tempat dengan tulisan “Harap Antri” tetapi masih banyak orang tidak menghiraukan dan menganggap tidak penting, mereka hanya memikirkan dirinya sendiri.

Orang tua pun menjadi salah satu bagian dalam tidak menghiraukan pentingnya budaya antri di Indonesia ini apa lagi mengingatkan ke anak-anaknya dalam hal meng-antri. Padahal dengan meng-antri memiliki banyak pesan moral di balik pentingnya budaya antri tersebut.

Seorang guru di Australia pernah berkata “Kami tidak terlalu khawatir anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.

Saya tanya “kenapa begitu

Jawabnya

1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantr

2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG dan BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dan lain sebaginya

3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran Etika Moral dan ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak

”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI

”Oh banyak sekali.

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awa

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal

4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang

9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lai

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain

11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda temukan sendiri.

FAKTANYA

Banyak orang tua justru mengajari anaknya dlm masalah mengantri dan menunggu giliran, Sebagai berikut

1. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”

2. Ada orangtua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian

3. Ada orangtua yang memakai taktik atau alasan agar dia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb

4. Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, lalu ngajak berkelahi si penegur

5. Dan berbagai kasus lain yang mungkin pernah anda alami

Yuk kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara untuk belajar etika sosial, khususnya ANTRI

Budaya SUAP dan KORUPSI juga dimulai dari tidak mau belajar mengantr

Bersikap sabar saat mengantri adalah contoh pengamalan sila ke-2 yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Dengan bersikap sabar dalam mengantri berarti kita mau bersikap adil karena mendahulukan orang lain yang lebih dahulu meng-antri

Satrio Dj, Sekum Gerakan Masyarakat Bela Negara

Penulis: Satrio Dj, Sekum Gerakan Masyarakat Bela Negara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here