Jalan Perancis Rusak Berat, Pemda Kabupaten Tangerang Ngapain Aja?

0
82

POSBUMI.COM, TANGERANG – Jalan Perancis, yang terletak di wilayah Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang Banten kondisinya semakin rusak berat.

Terdapat jalan berlubang dan retak-retak. Ditambah lagi dengan intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir ini mengakibatkan beberapa ruas jalan terdapat genangan air.

Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang Banten selaku penyelengara jalan, terlihat kurang perhatian. Padahal jalan Perancis merupakan jalan yang strategis karena berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten serta terdapat kawasan pergudangan dan industri.

Rusaknya jalan ini diwaktu-waktu tertentu juga dapat mengakibatkan kemacetan yang panjang. Tentunya hal ini semakin melengkapi penderitaan orang-orang yang melewatinya.

“Ini penting banget, jalan rusak bahaya loh buat dilewati, bisa menyebabkan kecelakaan. Semoga Pemda Kabupaten Tangerang bisa segera memperbaiki Jalan Perancis.” ujar Hana, salah seorang warga yang biasa melewati Jalan Perancis. Senin (22/2/2021)

Jika melintasi jalan ini disarankan agar perlahan-lahan dan berhati-hati terutama untuk pengendara sepeda motor karena selain jalan yang rusak juga banyak kendaraan besar seperti mobil truk dan mobil kontainer yang melewati jalan tersebut.

Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, pada pasal 273 ayat 1 berbunyi ; setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak 12 juta rupiah.

Kemudian dalam Pasal 273 ayat 2 disebutkan ; dalam hal sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak 24 juta rupiah.

Pasal 273 ayat 3 menyebutkan ; jika hal itu mengakibatkan orang lain meninggal dunia pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 150 juta rupiah.

Pasal 273 ayat 4 berbunyi ; penyelenggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak 1,5 juta rupiah. (Deden)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here