Kantor ATR/BPN Kembali di Demo Oleh Ratusan Warga Pantura

0
68

POSBUMI.COM,TANGERANG – Ratusan warga mengelar demontrasi (Demo) di kantor GB Pertanahan Nasional (BPN) dan Kantor Bupati Tangerang di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, Selasa (27/10/2020).

Koordinator aksi,bung Heri Hermawan mengatakan, hari ini untuk menuntut keadilan. Aksi ini merupakan yang kedua setelah 17 Agustus 2020 lalu. Saat aksi pertama itu, BPN Kabupaten Tangerang menjajikan untuk hold atau menahan seluruh permohonan penerbitan NIB dan sertifikat.

“Tapi kenyataannya masih terus berkembang dan sampai sekarang belum ada realisasinya,” kata Heri disela-sela demo.

Heri mengaku, sudah melakukan tiga kali hering dengan DPRD Kabupaten Tangerang menyampaikan terkait persoalan tersebut, namun hasilnya nihil.

“Kami minta kepada yang terhormat bapak Bupati dan bapak ketua dan anggota Dewan, temuin kami, bagaimana pun juga kami adalah warga dan masyarakat bapak,” teriak Heri di atas mobil komando dalam unjuk rasa.

“Kita ingin dipertemukan dengan semua pihak terkait terbitnya NIB. Satu kepala desa, Camat, Notaris dan memiliki NIB agar kami tahu permasalahanya, tapi sampai sekarang hasilnya nihil. Terus kami mau nuntut kemana,” ujarnya.

Dan menyampaikan dugaan terbitnya Nomor Identifikasi Bidang (NIB) Tanah atas nama orang lain. Padahal, mereka mengaku tidak pernah menjual tanah miliknya.

Bung Heri juga menegaskan, akan terus berjuang dengan massa yang lebih banyak. Dalam kesempatan itu, Heri mengklaim sudah mengirimkan surat terkait persoalan penerbitan NIB itu kepada Presiden, KPK, Kementerian ATR/BPN, Ombudsman, Komnas HAM.

Saat ditanya berapa banyak warga yang sudah terbit NIB, Heri tidak bisa menyebutkan jumlah pasti. Namun Heri menyebut, ratusan warga yang ikut demo itu tidak pernah menjual tanahnya kepada orang lainnya.

“Saya ralat, NIB itu tidak ada yang ganda, NIB itu tunggal. Seperti nomor induk di e-KTP. Jadi mereka ini belum pernah menjual haknya, tapi sudah terbit NIB orang lain. Artinya, sudah berubah kepemilikan secara adminitrasi,” ujarnya.

Saat ditanya munculnya dugaan itu, Heri menuturkan, awalnya dirinya mengajukan permohonan peta bidang pada 5 Agustus ke kantor BPN Kabupaten Tangerang, namun tanggal 26 dirinya mendapatkan jawaban dari BPN bahwa permohonan peta bidang tidak bisa diproses lebih lanjut karena sudah bernama orang lain.

Hingga sampai ini masih berusaha konfirmasi ke pihak BPN Kabupaten Tangerang.(Sandi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here