Kapal Motor Pecah Nelayan-Tanjungsari Pemalang, Akibat Muara Dangkal

0
80

POSBUMI.COM, PAMALANG JATENG – Telah terjadi Kapal Motor Nelayan pecah dihantam ombak ke muara atau (baro) dipintu masuk muara di sebelah kanan dari arah laut, Di Tanjungsari Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah,

Menurut para Nelayan setempat yang sedang menolong KM tersebut, Mengatakan kepada POSBUMI (06/02/2021)

” Kami tidak melaut hampir tiga minggu yang lalu, Karena ombak dan muara nya sulit di lalui karena dangkal, Kalau muaranya di keruk mungkin tidak akan menabrak baro, Ungkap para nelayan yang enggan menyebutkan nama,

Berdasarkan surat keterangan yang dikeluarkan dari Pelabuhan Kelas II Pekalongan,

Atas nama Kapal Motor/KM Dior Baru (JTA 4 No.993) yang berukuran panjang 11.80 Meter dan lebar 3.60 Meter, Tonase atau (GT) 3 Ton Jenis mesin Dongfeng 23 PK, Dengan bahan utama kayu,

Atas nama Samurih selaku pemilik KM tersebut warga Tanjungsari RT.001/007 Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang,

Kejadian tersebut hari Jum’at (05/02/2021) Muara atau (Baro) tersebut yang terletak di Tanjungsari Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang,

Dalam situasi cuaca atau alam sedang musim hujan dan angin kencang, Tentu para nelayan khususnya di wilayah pantai utara atau pantura di Tanjungsari, Tentu merasa was-was dan tidak berangkat ke laut,

Esok harinya Sabtu (06/02/2021) POSBUMI bertandang ke rumah Samurih selaku pemilik KM tersebut, Bersama Abdul Wahin selaku Ketua Himpunan Nelayan Indonesia (HNSI) Kabupaten Pemalang,

Samurih mengatakan bahwa,

” Jumlah crew atau Anak Buah Kapal (ABK) ada 5 lima berikut saya sendiri,
Alhamdulillah ABK selamat semua dan Kapal nya pecah jadi dua akibat benturan ombak ke baro, Kemungkinan besar kalau muaranya tidak kandas tidak mungkin terjadi seperti ini, Kerugian secara materi berikut mesin dan alat-alat mencapai 32 juta’an, Kata Samurih,

Menurut Abdul Wahid selaku Ketua HNSI/DPC Kabupaten Pemalang menyampaikan bahwa,

” Kami sudah mengajukan surat kepada Pemerintah terkait beberapa waktu yang lalu, Akan tetap sampai sekarang belum ada realisasi, Pastinya kalau muaranya tidak kandas atau dangkal para Nelayan tidak mungkin mengalami musibah seperti ini, Kata Abdul Wahid,

Abdul Wahid menambahkan, Kepada Pemerintah yang terkait, Khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan harus mengerti keluhan kami yang mayoritas Nelayan, Apalagi sudah tiga minggu yang lalu para Nelayan tidak berangkat kerja ke laut, Pungkasnya, (A’IDIN, ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here