Kementerian Desa PDTT RI:16 Desa di Lamongan Raih Predikat Desa Mandiri Pada 2020

0
68

POSBUMI.COM, LAMONGAN JATIM – Pemerinta kabupaten Lamongan di akhir tahun mendapatkan penghargaan dari kementrian desa PDTT RI sebagai predikat sebanyak 16 desa mandiri

“Penghargaannya diterima Bupati, Fadeli atas Keberhasilan dalam mengentaskan desa tertinggal berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2020 di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Senin (28/12/2020),” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Khusnul Yaqin kepada wartawan, Selasa (29/12/2020).

Penghargaan tersebut diserahkan langung oleh Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Jadi, kata Khusnul, di tahun 2020 ini dari 462 desa, 324 desa berstatus desa berkembang, 122 desa maju dan 16 desa berstatus desa mandiri.

Sebanyak 16 desa mandiri tersebut di antaranya, Desa Songowareng Kecamatan Bluluk, Sedayu Lawas Kecamatan Brondong, Desa Sekaran dan Bulutengger Kecamatan Sekaran, Sugio Kecamatan Sugio.

Lalu Desa Kandangsemangkon, Paciran, Sendangagung, Tunggul, Kranji dan Desa Banjarwati Kecamatan Paciran.

Lalu, Desa Latukan, Sumberwudi, Karanggeneng Kecamatan Karanggeneng, Desa Plosowahyu dan Desa Made Kecamatan Lamongan.

Enam belas desa itu masuk kategori desa mandiri, menurut Khusnul, karena telah dianggap mampu mengelola potensi desa yang dimiliki, memiliki inovasi dan kewirausahaan desa.

“Dengan status Desa Mandiri, berdasarkan indikator ukur IDM, diharapkan desa itu memiliki kemampuan tiga dimensi sekaligus.

Yaitu mengelola daya dalam ketahanan sosial, ekonomi dan ekologi secara berkelanjutan, ” kata Khusnul.

Ditambahkannya, Indeks Desa Membangun (IDM) adalah alat bantu teknokrasi pengukuran perkembangan Status Kemandirian Desa melalui analisa dan nilai komposit seluruh nilai skoring.

Masing-masing indikator terpilih berdasarkan konsep kebijakan pembangunan yang ditetapkan serta otoritas kewenangan, tugas dan fungsi Kementerian Desa PDTT.

Adapun rentang skor pengukuran status desa dalam IDM adalah dari 0,27–0,92. Desa Sangat Tertinggal mempunyai skor kurang dari 0,491, Desa Tertinggal mempunyai skor 0,491 sampai dengan 0,599.

Desa Berkembang mempunyai skor 0,599 sampai dengan 0,707, Desa Maju mempunyai skor 0,707 sampai dengan 0,815, sedangkan Desa Mandiri mempunyai skor di atas 0,815.

Mengutip Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Islandar, Khusnul mengatakan bahwa ini adalah langkah menuju terwujudnya sebuah institusi yang merupakan pengelola dan pemicu pertumbuhan ekonomi di desa, BUMDes, makin jelas posisinya sebagai lembaga keuangan desa.

“Berbagai upaya dalam rangka memberikan kemudahan akses keuangan kepada masyarakat bisa terselesaikan,” katanya.(Hfn/Sry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here