Kisah Misteri Batu Eon Yang Ngak Bisa Dihancurkan Meskipun Menggunakan Dinamit

0
86

POSBUMI.COM, BANDUNG – Batu Eon, sebuah batu yang berada di kaki bukit Pangalengan memiliki sebuah misteri. Batu ini dikisahkan tidak dapat hancur meskipun menggunakan dinamit.

Lantas apa yang membuat batu itu sebegitu kuatnya. Hal tersebut masih menjadi tanya besar bagi warga sekitar yang hanya sekilas mengetahui kisah batu tersebut.

Batu tersebut berada di tengah-tengah kolam penampungan air PLTA Cikalong, Lamajang, Pangalengan, Kabupaten Bandung. PLTA ini menjadi salah satu penyuplai listrik bagi Jawa dan Bali.

Seperti dikatakan oleh salah seorang tokoh adat di Desa Cikondang, Lamajang Abah Ilin Darsyah. Dia mengatakan, pada 1950-an lahan yang kini menjadi PLTA merupakan persawahan.

Batu eon ada di tengah kolam penampungan air PLTA Cikalong Bandung Foto: Muhammad Iqbal

Baru pada 1961 PLTA tersebut diresmikan, katanya, presiden pertama RI Soekarno merupakan orang yang meresmikan PLTA tersebut.

Dalam proses pembangunannya, ada seorang yang bernama Abah Eon. Ia mencoba menghancurkan sejumlah batu yang akan dijadikan material bangunan PLTA. Namun batu itu tidak dapat dihancurkan.

“Pernah sama Abah Eon, dia coba meledakan pake dinamit tapi tidak meletus. Ada lima lobang,” tutur Abah Darsyah.

Akhirnya, Abah Eon mencoba memasukkan dinamit ke dalam lubang yang ada di batu itu. Namun, batu itu tidak juga hancur. Tujuh hari setelah percobaan menghancurkan batu tersebut dikabarkan meninggal dunia.

“Gak juga hancur, tujuh harinya Abah Eon meninggal. Nah dari situ kenapa batunya dinamakan Batu Eon,” katanya.

Dari penuturan Abah Darsyah, batu tersebut berisikan pusaka. Kesimpulan itu ia dapat dari sebuah kejadian yang pernah ia saksikan ketika kecil. Yang mana ketika itu ada seorang pemecah batu, orang tersebut menyaksikan langsung ketika sebuah batu terbagi dua dan berisi sebuah keris di dalamnya.

Dari kejadian itu lah Abah Darsyah berkesimpulan bahwa batu yang berdiri di tengah-tengah kolam itu berisikan sebuah pusaka. Jadi apapun meyakini bahwa pusaka di dalam batu tersebut merupakan peninggalan dari seorang tokoh penyebar Islam.

“Pernah Abah waktu masih SMP ada tukang mecahin batu. Dia dapet mimpi buat mecahin batu, ketika dipecah keluar keris. Sayangnya batu sisanya malah dihancurin padahal itu bisa disimpan di museum,” tuturnya.

Batu tersebut, tutur Darsyah, merupakan tempat bersemedi seorang penyebar agama islam di sekitaran Desa Lamajang yakni Mbah Balu Tunggal.

Konon dalam batu eon terdapat pusaka peninggalan Foto: Muhammad Iqbal

Mbah Balu Tunggal merupakan sosok yang dikenal hadir pada abad ke-17. Ia menjadi seorang tokoh penyebar agama islam di sekitar Desa Lamajang. Bahkan di tempat batu itu berdiri dahulunya merupakan desa yang bernama Desa Nunggal.

“Abad ke 17 Batu Eon. Peninggalan Mbah Balu tunggal, dia dari Cirebon,” tuturnya.

“Di dalam batu itu ada perkakas ada pusaka, makanya tidak bisa meletus,” paparnya.

Meski begitu misteri ini masih menjadi pertanyaan. Dongeng yang diyakini oleh masyarakat menjadi sebuah keyakinan bahwa peradaban manusia di tengah perkampungan tersebut pernah ada dan memiliki nilai sejarah.(Dni/Dtk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here