Kondisi Bunker Kelompok Jamaah Islamiyah Di Lampung Tengah

0
66

POSBUMI.COM, LAMPUNG TENGAH – Polri berhasil menangkap terduga teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI), Taufik Bulaga alias Upik Lawanga, di Lampung. Begini kondisi rumah dan bunker milik Upik Lawanga yang disebut-sebut sebagai tempat persembunyiannya.

Dalam video yang diterima awak media, penelurusan rumah Upik Lawanga diikuti Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad. Polisi tampak telah memasang garis polisi di sekitar rumah Upik.

Terlihat bangunan rumah milik Upik tidak terlalu luas. Dinding rumah tersebut tidak dilapisi cat.

Polisi langsung bergerak ke area belakang rumah tempat keberadaan bunker. Lokasinya masih tersambung dengan rumah milik Upik.

Lokasi lubang bunker berada di area sempit yang ditutupi plastik hitam. Plastik itu dipasangkan sebagai dinding sehingga orang dari luar tidak mencurigai adanya bunker di sana.

Bunker tersebut terletak di sudut area. Lubang masuknya hanya berkisar 1×1 meter.

Saat disorot, terlihat genangan air di dalam bunker tersebut. Tidak jauh dari lokasi bunker, ditemukan peternakan bebek yang dibangun dengan bambu beratap asbes.

Pandra mengatakan bunker di rumah Upik memang digunakan untuk membuat senjata api rakitan. Di bunker itu pula, Upik menyembunyikan barang-barang bukti lainnya.

“Setiap aktivitas-aktivitas yang dilakukan di dalam bunker tersebut sudah kita temukan beberapa waktu lalu antara lain senjata rakitan ya, senjata panjang rakitan yang sudah siap, sudah dibuat karena sudah ada pemesanan kemudian sudah dibuat itu senjata panjang jenisnya dan diuji coba di dalam bunker tersebut.

Jadi di dalam bunker tempat persembunyian barang-barang bukti termasuk juga dalam aktivitas melakukan rakitan senjata api dan rakit bom,” jelas Pandra.

Pandra turut menjelaskan fungsi adanya genangan air di dalam bunker dan peternakan bebek di samping bunker.

“Gunanya air setinggi lutut untuk membuat kedap suara, jadi memang dilakukan peledakan di dalam pengujian senjata di lokasi ini dan suara bebek ini yang dapat membuat pengaruh orang tidak terdengar suara itu,” ujar Pandra.

Sebelumnya, Upik Lawanga ditangkap Densus 88 Antiteror pada Rabu (23/11). Upik ditangkap di Lampung setelah 14 tahun jadi buron.

“Pada tanggal 23 November 2020, pukul 14.35 WIB di Jl Raya Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Densus 88 AT Polri telah berhasil melakukan penangkapan Saudara TP alias Upik Lawanga setelah 14 tahun menjadi DPO,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Senin (30/11).

Awi menyebut Upik Lawanga aset paling berharga Jamaah Islamiyah. Upik disebut penerus Dr Azahar.(Bgs/Dtk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here