KOPMAS Gelar Diskusi Media di Ruang Virtual, Bedah Prosedur Tetap Penanganan Pasien UGD di Masa Pandemi

0
107

POSBUMI.COM, TANGERANG SELATAN – Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS) menggelar diskusi medis di ruang virtual dengan tema Bedah Prosedur Tetap Penanganan Pasien UGD di Masa Pandemi dengan Moderator Rusmani Rusli dan dihadiri Ketua Umum KOPMAS Rita Nurini, didampingi Bidang Advokasi KOPMAS Yuli Supriati. Hadir pula dari Kemenkes dr. Nani Widodo, Sp.M, MARS dan Kasubdit Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, serta Dr Daeng Mohammad Faqih Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

Ketua Umum KOPMAS, Rita Nurini mengatakan pelayanan kesehatan di rumah sakit masih ada yang mengabaikan sisi kemanusiaan. Dengan kata lain, pasien yang tidak memiliki BPJS tidak dilayani dan cenderung disuruh pulang.

Ia juga memberikan contoh kasus pasien yang enggan berobat, lantaran tidak memiliki biaya.

“Contohnya, ada pasien dari ciledug, dia korban kesetrum mempunyai luka bakar sebesar 30-40% di seluruh tubuhnya. Karena dia takut berobat, karena biaya yang sangat mahal,” ujar Rita Nurini

Dalam hal ini, KOPMAS berhak melakukan pendampingan kepada pasien sampai dirawat dan diberikan fasilitas kesehatan di rumah sakit.

Sementara itu, Advokasi KOPMAS, Yuli Supriati mengatakan, pendampingan pasien untuk ke rumah sakit sangat perlu agar tidak ada pasien yang dikecewakan karena tidak mempunyai BPJS.

Menyinggung soal pandemi Covid-19, KOPMAS mengajak masyarakat untuk tidak bersikap takut berlebihan dan menjadi momok yang menakutkan

Menurut Dr Daeng Mohammad Faqih, diagnosis ada dua klinik dan laboratorium. Pasien yang melakukan Swab dan Rapid tes belum tentu dijadikan pasien covid-19.

“Kita sudah bekerja sama dengan Bareskrim dan KSP ( Kepala Staf Presiden) untuk menyelidiki/investigasi ke rumah sakit -rumah sakit untuk mengetahui pasien covid-19. Dengan begitu Rumah sakit tidak bisa dengan mudah mengcovidkan pasien,” ujar Dr Daeng Mohammad Faqih

Sementara itu, dr. Nani Widodo Sp.M mengatakan sudah ada 920 rumah sakit rujukan Covid-19 di antaranya dibagi 132 RS rujukan, SK Menkes (Kepmenkes nomor 275 tahun 2020 ) dan 788 RS rujukan Covid-19, SK Gubernur (per 1 Nopember 2020 ).

Kementrian Kesehatan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus melakukan kesiap siagaan dengan meningkatkan kapasitas ruang isolasi dan ICU untuk perawatan pasien Covid-19 sebagai lonjakan antisipasi pasien Covid 19.

Dalam acara diskusi tersebut, Ketua KOPMAS Rita Nurini, mengatakan KOPMAS akan gencar turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan dan memberikan edukasi ke masyarakat agar tidak usah takut datang ke rumah sakit karna kekurangan biaya.

“Karena Rumah sakit harus tetap melayani pasien Covid 19 ataupun bukan pasien Covid 19 di seluruh Rumah sakit,” tutup Rita Nurini

(ebot)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here