Lurah Boy Serahkan Kasus Salah Terima Pembayaran Tanah Gusuran ke BPN

0
254

POSBUMI.COM, KOTA TANGERANG – Kasus penyerobotan lahan tanah gusuran proyek jalan tol Kunciran-Bandara di wilayah Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, masih belum menemukan titik temu. Pasalnya, pihak ahli waris Ibu Eni masih tetap mencari keadilan agar berkas girik nomor 428 atas nama Eni dapat kembali ke tangan ahli waris.

Tidak hanya itu, pihak ahli waris Ibu Eni juga menuntut keadilan agar tanah seluas 45 meter persegi yang telah dibayarkan sebesar Rp.550 juta kepada keluarga Ibu Emi dapat diproses secara hukum yang adil.

Hal inilah yang membuat pihak Ibu Eni geram dan menduga ada rekayasa pembayaran tanah gusuran dari pihak tertentu.

Terkait kisruh tanah gusuran tersebut, Lurah Tanah Tinggi, Hadi Ismanto, atau biasa disapa Lurah Boy angkat bicara dan menyerahkan semua persoalan kisruh tanah gusuran tersebut kepada pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional)

“Tidak ada rekayasa berkas. Validasi berkas itu ada di BPN. Saya hanya mengetahui saja,” ucap Lurah Tanah Tinggi, Hadi Ismanto, atau biasa disapa Lurah Boy

Lurah Boy membenarkan bahwa girik nomor 428 atas nama Eni diajukan pemohon atas nama Emi. Dan pencairan dana gusuran tanah seluas 45 meter persegi tersebut dibayarkan kepada pihak Emi

Masih kata Lurah Boy, pihak Emi mengaku, tidak ada nama Eni, yang ada hanya nama Emi.

“Pihak Emi ngakunya nama Eni dan Emi itu sama saja. Orangnya dia-dia juga,” ujar Lurah Boy

Lurah Boy berharap persoalan antara ahli waris Eni dan Emi dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa dibawa ke jalur hukum.

“Jangan dibawa ke jalur hukum. Coba selesaikan secara kekeluargaan dulu,” ujarnya(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here