Masa PSBB Transisi di DKI Diperpanjang Selama 14 Hari

0
89

POSBUMI.COM, JAKARTA– Jajaran Pemprov DKI Jakarta bersama Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat evaluasi masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase 1 di Balai Kota, Rabu (1/7/2020)

Dalam rapat yang digelar itu didapatkan hasil bahwa PSBB transisi di wilayah DKI Jakarta diperpanjang selama 14 hari ke depan.

“Dalam rapat gugus tadi, disimpulkan bahwa PSBB transisi, semua kegiatan yang berlangsung masih dengan kapasitas 50%, akan diteruskan 14 hari ke depan. Jadi, PSBB di Jakarta diperpanjang selama 14 hari ke depan, dan kita akan evaluasi lagi sesudah mendapatkan perkembangan terbaru,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Anies menjelaskan dasar pengambilan keputusan untuk memperpanjang masa PSBB transisi. Berdasarkan indikator yang telah dianalisis oleh tim Fakultas Kesehatan Masyarakat UI bersama para pakar epidemiologi. Jakarta berada pada indikator pelonggaran, karena total skor mencapai di atas 70.

“Dari indikator pantau pandemi yang disusun oleh tim FKM UI, gambarnya bisa dilihat di situ. Ada 3 unsur, yakni epidemiologi, kesehatan masyarakat, dan fasilitas kesehatan. Di sini terlihat bahwa unsur epidemiologi skornya 75, kesehatan publik skornya 54, dan faskes skornya 83. Sehingga, total skor di DKI adalah 71,” kata Anies.

Hal ini tentunya tambah Anies, bahwa Pemprov DKI tidak ingin terburu-buru dalam melakukan pelonggaran. Berdasarkan hasil pantuan dari Dinas Kesehatan DKI, kendati laju incident rate di Jakarta relatif terkendali, namun secara mapping wilayah, terdapat wilayah yang laju incident rate-nya terbilang masih cukup tinggi.

“Hasil pantauan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan di Jakarta, ini adalah gambaran mapping kecepatan laju incident rate di Jakarta yang secara umum situasinya relatif terkendali. Ada satu Kecamatan dan satu Kelurahan, yang di situ laju incident rate-nya masih ada dan masih tinggi,” jelasnya.

Selain itu, Anies menyebut, bahwa dalam masa transisi ini Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan active case finding (ACF) dengan menyelenggarakan tes secara masif di tempat-tempat yang memiliki probabilitas tinggi terhadap penularan COVID-19.

Anies juga mengimbau warga Jakarta untuk memastikan menerapkan 3 aspek penting dalam keseharian untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, antara lain memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Secara umum, masih perlu ada peningkatan kedisiplinan masyarakat di dalam 3 aspek tersebut. Satu adalah penggunaan masker, dua adalah mencuci tangan secara rutin, dan ketiga adalah menjaga jarak. Tiga aspek ini perlu kita jaga dan tingkatkan,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here