Mendagri Menegur 51 Kepala Daerah Akibat Banyak Menimbulkan Kerumunan

0
53

POSBUMI.COM, Jakarta – Sudah 51 kepala daerah ditegur Mendagri Tito Karnavian karena membuat pelanggaran. Pelanggaran terbanyak karena menimbulkan kerumunan massa terkait Pilkada 2020.

“Bentuk pelanggaran yang dilakukan kepala daerah dan wakil kepala daerah bermacam-macam, mulai dari melanggar kode etik, pelanggaran pembagian Bansos. Selain itu, yang banyak terjadi pelanggaran, yaitu pelanggaran yang menimbulkan kerumunan massa yang tidak memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, saat melakukan deklarasi bakal pasangan calon kepala daerah, dan pelanggaran menimbulkan arak-arakan massa, baik dengan berjalan kali maupun menggunakan kendaraan pada saat kegiatan pendaftaran bakal pasangan calon,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (7/9/2020).

Kemendagri menyayangkan banyaknya kerumunan pada saat deklarasi dan pada saat pendaftaran bakal pasangan calon Pilkada Serentak 2020. Padahal kepala daerah sudah diimbau untuk tidak memancing kerumunan massa.

“Bapak Mendagri sudah berkali-kali mengimbau dan mengingatkan kepada para Bapaslon dan tim suksesnya untuk tidak berkerumun pada saat deklarasi maupun pada saat pendaftaran Bapaslon ke KPUD tidak berkerumun dan melakukan arak-arakan/konvoi, baik dengan berjalan kali maupun berkendara, cukup perwakilan partai politik dan petugas administrasi pendaftaran saja. Tapi pada kenyataannya masih banyak ditemui Bapaslon dan para tim suksesnya membawa massa pendukung dalam jumlah besar secara berkerumun dan arak-arakan/konvoi,” kata Benni. (NS/DT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here