Menyikapi Puluhan Warga Kades Ekabahurui Blak blakkan tentang Bantuan Sosial

0
921

POSBUMI.COM SAMPIT – Setelah mendapatkan keterangan dari pihak Kepala Desa Ekabahurui, terkait daftar masarakat yang mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Propinsi Kalimantan Tengah.

Bantuan Sosial ( BANSOS ) yang rencananya akan dibagikan dalam beberapa hari kedepan melalui Bank Kalteng tampaknya tidak membuat sebagian masyarakat Desa Ekabahurui yang terdampak Covid 19 , percaya begitu saja bahkan ada sebagian warga yang masih penasaran dengan apa yang disampaikan oleh kepala Desa dalam penjelasanya di Aula Kantor Desa Ekabahurui Kecamatan Mentawabaru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (KOTIM) pada Selasa ,02/06/2020

Dikarnakan sesuai daftar yang beredar dan sempat dipiralkan oleh warga, ada nama-nama keluarga kepala desa serta pihak perangkat desa semuanya muncul dalam daftar tersebut, yaitu telah mendapatkan Bantuan Sosial yang akan dicairkan dalam beberapa hari kedepan, sementara tidak sedikit warga miskin yang harus mendapatkan bantuan itu justru tidak ada sama sekali yang mendapatkan bantuan.

Otong (35) ketika ditemui Posbumi.com dirumahnya Selasa, 02/06/2020 mengatakan, saya masih belum percaya sepenuhnya dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Desa terkait daftar Bantuan Sosial itu bukan daftar dari pihak desa, karna kalau pihak desa tidak tau kenapa yang mendapatkan bantuan itu hanya orang-orang tertentu saja dan orang yang akrap dengan kepala desa yang mendapatkan bantuan itu.

Sangat mustahil dari mana tau tim sleksi pendataan warga yang terdampak Covid 19 dari pihak Propinsi tanpa ada petunjuk dari desa tersebut hingga tau beberapa oknum prangkat hampir semua mendapatkan bantuan tersebut ,pastinya pihak pendatapun sebelum masuk desa tetap ada pemberitauan dari pihaknya desa.

Bohong saja kalau pihak desa sampai tidak tau tiba-tiba terkejut ada daftar Bantuan Sosial dan nama-nama mereka ada,dan beberapa oknum PNS aktif dan hampir semus prangkat desa ada dalam daftar tersebut , itu rasanya berupaya menutup-nutupi kepada warga untuk nutupi kesalahanya.

Di tempat terpisah menurut warga yang lain sebut saja Ilham (30) ketika menghubungi wartawan Posbumi.com, mengatakan, memang apa yang disampaikan masarakat itu yang rerdampak Covid 19 tersebut bukan saja orang-orang tertentu pastinya,kenapa hanya orang tertentu saja dan orang berkreteria mampu yang mendapatkan bantuan tersebut

Pastinya ada permainan pihak desa, selain itu juga saya sebagai warga desa Ekabahurui sangat paham betul dengan bantuan-bantuan yang masuk desa sini hanya orang orang tertentu saja yang mendapatkan.

Ditambahkan Ilham, masarakat saat ini sudah jenuh dengan ocehan orang desa buktinya setiap ada kegiatan maupun bantuan yang lainya hanya orang itu saja, jangan dianggap masarakat yang selama ini diam lalu dijadikan kambing hitam saja, setelah ada bantuan yang mendapatkan bantuan tersebut hanya kroni desa saja, sampai masarakat maunya seperti ini karna sudah merasa lelah.

“Kepala Desa Ekabahurui Rusdiansyah menanggapi tudingan beberapa warga menjelaskan di Aula Kantor Desa Ekabahurui, yang dihadiri pendamping Kecamatan dan Bhabimkantibmas di kantor desa.

Membantah secara tegas bahwa daftar tersebut pihak desa benar-benar tidak tau dan itu semua daftar dari Dinas Sosial Kabupaten yang disetorkan ke Dinas Sosial Propinsi Kalimantan Tengah, sehingga daftar tersebut tidak singkron dengan data didesa sehingga menjadi problem desa antara yang mendapatkan bantuan dengan yang tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Saya sudah sampaikan kepada pihak Kecamatan terkait keempat oknum PSN aktif tersebut dan nantinya pihak Kecamatan akan segera menyampaikan data tersebut kepihak Dinas Sosial Kalimantan Tengah agar segera ditindak lanjuti.

Lanjut Rusdiansyah, diluar Bantual Sosial Propinsi yang sedang bermasalah ini ,data yang sudah diusulakan warga desa Ekabahurui yang terdampak Covid 19 kurang lebihnya sekitar 400 orang ke Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur dan pada waktu itu langsung ditanggapi oleh Bupati Kotim beberapa bulan yang lalu pada saat penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Aula Kantor Desa.

“Bupati Kotim meminta kepada kepala desa data masarakat yang terdampak Covid 19, yang dimasukan ke Kabupaten harus mendapatkan stempel dari pihak RT masing-masing, saya berharap kepada Pemerintah pusat maupun pihak pemerintah propinsi kalau menyaluran bantuan baik itu bagi warga yang terdampak Covid 19, maupun bantuan lainya yang bersifat langsung harus berkordinasi

Dan masarakat agar berkordinasi dengan pihak desa , agar tidak menimbulkan permasalahan didesa tersebut seperti yang terjadi di Desa Ekabahurui ini .
( KAR )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here