Oknum Pejabat PNS Kota Tangerang Miliki Kos-kosan Prostitusi Online

0
926

POSBUMI.COM, KOTA TANGERANG – Kota Tangerang yang berjuluk sebagai Kota Akhlakul Karimah dan memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran, kini sudah tercoreng dengan maraknya kasus prostitusi yang terjadi di kota ini.(01/04/2021)

Tidak tanggung-tanggung, kini lokasi prostitusi online sudah merebak sampai ke perkampungan di tengah-tengah masyarakat. Berdasarkan investigasi wartawan posbumi.com, ditemukan tempat prostitusi online berkedok kamar kos-kosan sering menjajaki pria hidung belang. Tidak hanya itu, pasangan mesum muda-mudi dan bukan pasangan suami istri, sering memesan kamar kos-kosan untuk melakukan perzinahan.

Mirisnya, kamar kos-kosan tersebut dimiliki oknum seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih aktif menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang. Dalam hasil wawancara wartawan posbumi.com, Haji Nurhidayatullah alias Haji Ayak, pria yang mengaku sebagai Sekdis Dispora Kota Tangerang mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya kegiatan prostitusi di kos-kosannya.

“Kita awasi sama-sama. Lagi-lagi saya sedikitpun ga mau duit-duit yang begitu dah,” ucap Haji Ayak. Minggu, (28/3/ 2021)

“Najis gua makan duit perzinahan,” sambung Haji Ayak

Sementara itu, sebut saja Bunga (nama samaran) PSK yang menawarkan lewat jejaring sosial MiChat, mengaku lokasi kos-kosan yang ditempatinya aman dan nyaman untuk ‘ngamar’ berjam-jam dengan tamu hidung belang.

Ia mengaku kos-kosan tersebut milik seorang pejabat berpengaruh di Kota Tangerang

Bangunan kos-kosan yang terdiri dari 12 pintu tersebut berlokasi di Sultan Ageng Tirtayas, RT 05 RW 013, Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Sayangnya, sejak bangunan kos-kosan ini berdiri pemilik dan pengelola kos-kosan tidak pernah berkoordinasi dengan aparatur pemerintah setempat, seperti Ketua RT dan Ketua RW.

Kos-kosan yang diduga sebagai sarang prostitusi online tersebut dijaga oleh seorang oknum wartawan dari media lokal. Jamal dan Yasin, Penjaga Kos-kosan diperintah Haji Ayak untuk menempati satu kosan untuk mengelola kos-kosan.

Menurut Ketua RW 13 Kelurahan Kunciran Indah, dirinya tidak pernah menerima laporan pembangunan kos-kosan dari awal pembangunan hingga kosan tersebut berdiri. Bahkan penghuni kos-kosan tidak pernah melapor ke Ketua RT ataupun ke Ketua RW setempat.

“Ga pernah ada laporan pembangunan kos-kosan. Yang ngontrak kosannya juga ga pernah lapor,” ujar Ketua RW 13 Kelurahan Kunciran Indah

Dari hasil penelusuran investigasi posbumi.com, kos-kosan milik Haji Ayak menjadi ajang tempat mesum pasangan bukan suami istri. Kegiatan prostitusi online tersebut didapat dari hasil penelusuran lewat media sosial aplikasi MiChatt. Secara vulgar, aplikasi MiChatt memperlihatkan akun tertentu menawarkan bisnis esek-esek dengan harga bervariatif. Sedangkan untuk satu kamar dikenakan harga Rp.150 ribu kurang lebih per 6 jam.

Bisnis esek-esek di kosan milik Haji Ayak sejatinya sudah berjalan lama. Hal tersebut sudah diketahui oleh aparatur pemerintah Ketua RT dan Ketua RW setempat. Namun, aparatur pemerintah setempat belum menemukan bukti kuat.

Sejak kasus prostitusi online ini terkuak, penghuni kos-kosan yang notabene dihuni PSK diusir oleh Ketua RT, Ketua RW setempat dan Pemilik Kos-kosan.(Ap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here