Pecat Karyawan Sepihak, Pihak Hypermart Cabang WTC Serpong Mangkir Panggilan Disnaker Tangsel

0
101

POSBUMI.COM, TANGERANG SELATAN – Departement store atau pasar swalayan Hypermart Cabang WTC Serpong Tangerang Selatan lagi-lagi dinilai tidak kooperatif dan tidak memiliki i’tikad baik untuk menyelesaikan kasus pemecatan sepihak atas nama Abdul Ruhyana selaku mantan karyawan Hypermart.

Pernyataan tersebut terlontar dari Advokat Rekky Andrian, SH selaku Kuasa Hukum Abdul Ruhyana. Ia mengaku geram dengan sikap dan keputusan pihak Hypermart yang tidak memenuhi panggilan dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan.

“Memang dari awal pihak Hypermart tidak kooperatif. Biarkan dia mengambil keputusan sesuka hatinya,” ujar Advokat Rekky Andrian, SH. Rabu (23/12/2020)

Rekky Andrian, SH mengaku telah melayangkan permohonan pengajuan tripartit ke dinas ketenagakerjaan wilayah Kota Tangerang Selatan. Namun layangan surat undangan yang disampaikan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang ke pihak Hypermart tidak kunjung direspon dan mangkir dari panggilan.

“Sudah dipanggil oleh Disnaker Tangsel, tapi pihak Hypermart tidak hadir,” ujar Advokat Rekky Andrian, SH

Selanjutnya, Advokat Rekky Andrian, SH mengaku masih sabar menunggu kepastian hukum atas kliennya Abdul Ruhyana yang dipecat secara sepihak oleh Hypermart Cabang WTC Serpong Kota Tangerang Selatan.

“Kita masih menunggu i’tikad baik dan hasil tripartit yang dilayangkan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan,” ucapnya

Bila tidak memenuhi panggilan yang kedua kalinya, Advokat Rekky Andrian, SH akan menempuh jalur hukum ke tingkat berikutnya demi mencari keadilan.

“Melihat permasalahan ini saya beserta team advokasi beserta team media posbumi akan mengambil tegas dan berjuang demi mendapatkan keadilan dan hak-haknya klien kami yang sudah jelas-jelas tertuang dalal UUK.

Perlu diketahui, Abdul Ruhyana, mantan karyawan PT Matahari Putra Prima (Hypermart) Cabang WTC Serpong, di Jalan Raya Serpong no 38 Pondok Jagung, Kota Tangerang Selatan, dipecat secara sepihak tanpa ada surat peringatan (sp) terlebih dahulu.

Abdul Ruhyana bekerja selama 7 ( tujuh) dari tahun 2013. Ia dipecat lantaran telah menggeser CCTV di ruangan tempat ia bekerja.

Abdul Ruhyana juga mendapat tekanan dari atasannya untuk menandatangani surat pengunduran diri dari pekerjaan. Padahal istrinya baru saja melahirkan anak pertamanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here