Pegawai Kecamatan Palsukan Adminduk Diganjar 2 Tahun Penjara

0
67

POSBUMI.COM, SAMPIT KALTENG – Akhmad Fahrurazi alias Arul oknum pegawai di Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim bersama Rudi Yasman dan Fendy Kartono, pemalsu administrasi kependudukan ahirnya dijatuhi vonis 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri PN Sampit. Senin,(28/12/2020).

Selain itu mereka juga masing-masing didenda Rp 2 juta subsider 2 bulan penjara. Atas vonis itu ketiganya menyatakan menerima.

“Perbuatan terdakwa Akhams Fahrurazi alias Arul sebagaimana diatur dalam Pasal 96A UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP, kata hakim.

Begitu juga kepada 2 terdakwa lainnya, mereka dibidik dengan pasal sebagaimana dalam surat dakwaan penuntut umum.

Dalam kasus ini perbuatan ketiga terdakwa ketahuan memalsukan administrasi kependudukan saat ada kartu keluarga salah seorang peserta calon Bintara Polri melakukan pendaftaran.

Kartu Keluarga peserta yang mendaftar Bintara Polri itu atas nama kepala keluarga Miswanto, dari situ petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan akhirnya mengungkap kasus tersebut.

Miswanto ternyata meminta pengurusan kepada Rudi Yasman, untuk mengubah tanggal keluar dalam KK miliknya pada Maret 2020 dengan upah Rp 350 ribu.

Sehingga Rudi Yasman meminta blanko kepada Arul yang merupakan pegawai Kecamatan MB Ketapang dengan memberi uang Rp 100 ribu.

Kemudian Arul meminta bantuan Fendy untuk mengubah tanggal keluar KK itu kemudian oleh terdakwa diubah dan dicetak. Fendy diberi uang Rp 100 ribu untuk mengubah dan mencetak KK itu.

Setelah selesai oleh Rudi Yasman diserahkan kepada Miswanto pada 18 Maret 2020 di kediamannya Jalan Rindang Benua, Kelurahan Baamang Hilir Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim.

Dalam kasus ini ketiganya diamankan pada Sabtu, 22 Agustus 2020 di Jalan Antang Barat, Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, selain memalsukan KK mereka juga terlibat dalam pemalsuan KTP.”
(Kar )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here