Pegiat dan Pekerja Seni Kota Tangerang Silaturrahmi Dengan Camat Pinang

0
114

POSBUMI.COM.TANGERANG – Para pagiat, musisi dan pekerja seni Kota Tangerang diantaranya Seniman Peduli Sesama (SPS), AKEB, INTAS, PORKEY, GAPESTA, serta Tokoh Masyarakat melakukan Silaturrahmi dan diskusi dengan Camat Pinang terkait Viralnya Video pemberhentian Pesta hajatan beberapa hari lalu di Wilayah Kelurahan Panunggangan Timur Kecamatan Pinang Kota Tangerang, Jum’at, 13/11/2020

Sementara pada kesempatan itu San Rodi Kucay Doang salah satu Pecinta Seni Musik Kota Tangerang sekaligus Pengurus Gabungan Pekerja Seni Tangerang Raya (Gapesta) diberikan kepercayaan untuk dapat memfasilitasi silaturrahmi dan diskusi tersebut langsung dengan Camat Pinang.

Dihadapan camat pinang, Kucay Doang mengatakan bahwa Silaturrahmi dan diskusi siang ini merupakan langkah terbaik daripada harus melakukan aksi unjuk rasa di jalanan, dan berharap besar pada forum diskusi ini mendapatkan solusi terbaik untuk kelangsungan hidup insan dan pekerja seni di Kota Tangerang.

“Alhamdulillah, Pak camat pinang sangat Welcome atas kehadiran kami pegiati dan pekerja seni untuk dapat berdiskusi langsung dengan bapak camat guna meluruskan dan klarifikasi atas video yang telah viral dan tentunya kita sepakat mencari solusi terbaik untuk teman-teman pegiat dan pekerja seni kedepannya” ungkapnya

Saat disambangi oleh para pegiat, musisi dan pekerja seni Kota Tangerang diruang kerjanya, Camat Pinang Kaonang.S.Sos.MM mengatakan berterimakasih kepada pegiat dan pekerja seni yang datang bersilaturrahmi dan mau berdiskusi. Pada pertemuan ini Camat Pinang menyampaikan permohonan maaf atas kejadian kemarin hingga Viralnya di video itu.

Kaonang menjelaskan bahwa pesta tersebut diberhentikan karena yang bersangkutan tidak memiliki ijin keramaian, harusnya dalam keadaan pandemik covid saat ini ataupun tidak sedang Covid, diharapkan kepada masyarakat yang sedang pesta hajatan agar melakukan koordinasi guna membuat ijin keramaian. Apalagi kami mendapatkan laporan, bahwa 10 hari lalu ada pesta ulang tahun dan menggelar hiburan dangdut serta adanya minuman keras. Maka atas laporan inilah kami selaku pemerintah bersama kepolisian memberhentikan pesta hajatan tersebut dengan dasar tidak ada ijin keramaian dan melanggar aturan protokoler kesehatan, hingga pada saat bersamaan untuk saudara David yang pesta hajatan telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian agar tidak mengulanginya dan kemudian yang bersangkutan di kembalikan kerumahnya dan melakukan aktifitas seperti biasa.

“Sebagai camat tentunya saya tidak mau menyusahkan masyarakat saya sendiri, maka sayapun meminta kepada masyarakat yang mau mengadakan pesta untuk dapat berkoordinasi kepada pemerintah setempat guna meminta ijin keramaian” ungkapnya dihadapan para pegiat seni

Dan pada kesempatan diskusi tersebut Romadona Boy yang juga Ketua Pemuda Pancasila Kelurahan Panunggangan Utara dan Wakil Bendahara KNPI Kota Tangerang mewakili teman-teman pegiat dan pekerja seni mendesak sekaligus meminta dengan segala kerendahan hati kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang dan Kepolisian baik Polres maupun Polsek untuk dapat memberikan ijin kelonggaran kepada kami para seniman untuk dapat berkarya dan beraktifitas di tempat hajatan masyarakat.

“Gak usah gede-gede lah, minimal panggung kecil (taman pengantin) sekedar untuk menghibur tamu undangan aja, saya rasa kami pegiat seni akan sangat senang dan demi kelangsungan hidup teman-teman seniman dan musisi ini untuk terus berkarya” tegas Boy

Diakhir silaturrahmi dan diskusi ini, guna memenuhi permintaan teman-teman pegiat dan pekerja seni terkait kelonggaran waktu, Kaonang Camat Pinang akan membantu teman-teman untuk melakukan audensi dan diskusi langsung dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang.

Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here