Pengusaha dan Peternak Babi di Desa Kota Pare Melanggar Perjanjian Yang Telah Disepakati

0
117

POSBUMI.COM, SERGAI – Persatuan mahasiswa pantai cermin( Permap) berkalborasi dengan beberapa tokoh Agama, tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, dan ibu-ibu di desa kota pare kecamatan Pantai Cermin ber Orasi meminta agar Ternak Babi yang ada di Pante Cermin khususnya Desa kota pari ditutup.

Orasi tersebut terpantau oleh wartawan Pos bumi, beberapa pemuda sembari membawa tulisan” Tutup Ternak Babi di Desa kami, ada lagi yang menuliskan sesuai dengan Perda yang tidak membolehkan adanya ternak babi di kecamatan Pantai Cermin. Selasa( 09/02/21) sore .

Kegiatan Orasi tersebut berakhir dikantor desa kota Pare langsung di terima oleh Kepala Desa kota pari, Babinsa Koramil 08/PC, Babinkamtibmas Polsek pantai Cermin, Ketua BPD dan ketua LKMD di Dalam Aula kantor desa.

Salah satu tokoh pemuda desa kota pare Wawan saat di konfirmasi oleh wartawan Pos bumi mengatakan” Kami sebagai warga khususnya di desa kota Pare ini sudah terlalu lama Bertoleransi terhadap peternak dan pengusaha babi yang ada di desa kami ini.

Seperti apa toleransinya” kami warga Kota Pare telah memberikan waktu untuk pengusaha dan peternak babi tersebut agar menghabiskan dengan mengeluarkan secara bertahap dan tidak ada babi yang masuk lagi’ Semua itu sudah ada kesepakatan dari pengusaha , warga masyarakat dan pemerintah desa.

Namun kesepakatan itu sendiri di langgar oleh pengusaha atau peternak untuk tidak menerima Babi lagi dari luar, Kami meminta kepada pemerintahan desa ataupun kabupaten Serdang Bedagai untuk bisa menegakkan Perda ataupun peraturan yang lain prihal Ternak babi di kecamatan Pantai Cermin khususnya di desa kota Pare ini” tandas Wawan.

Diskusi seperti ini sudah beberapa kali berlangsung dan dibahas prihal tuntutan para pemuda dan tokoh masyarakat dan tokoh2 lainnya untuk menutup ternak babi yang ada di desa kota pare terkhususnya di kecamatan Pantai Cermin ini.

Dalam Diskusi sebelumnya kades juga menyampaikan pada Kami dari pemerintahan desa akan berupaya untuk menjalin komunikasi kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dan Dinas-dinas terkait untuk secepatnya bertindak dan mengalokasikan ternak babi tersebut ke lokasi yang sudah di sediakan oleh pemerintah sesai dengan Peraturan Bupati kabupaten Sergai namun sampai Diskusi hari ini belum juga Terealisasi.

Sebelum mengakhiri wawancaranya Wawan menegaskan” Jika dari pemerintahan desa atau Pemkab Sergai Melalui Dinas-dinas terkaitnya tidak bisa menutup ternak babi tersebut, Maka kami masyarakat khususnya di desa kota pare ini akan bertindak sendiri” tandas Wawan.

Kades juga menambahkan” Dalam menunggu keputusan dari pemerintah Kabupaten, saya berharap agar saudara- saudara atau adik-adik semua dapat menahan Emosi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak di inginkan apalagi tindakan yang melanggar hukum.

“Kami sebagai pemerintahan terbawah atau desa bersama Babinsa, Babinkamtibmas dan BPD serta LKMD desa kota pare ini akan mendiskusikan pembentukan Perdes kembali” tandas kades.

Kegiatan Diskusi tersebut berkelanjut dengan tanya jawab dari beberapa tokoh masyarakat, pemuda dan agama untuk bisa sesegera mungkin Hal ini dapat diselesaikan.

Dan intinya Masyarakat yang hadir dalam diskusi tersebut” AGAR TERNAK BABI DI TUTUP & TIDAK ADA LAGI TERNAK BABI DI KECAMATAN PANTAI CERMIN INI.

Usai dari Diskusi tersebut beberapa dari kepala dusun dan Tokoh Pemuda mengajak wartawan Pos bumi untuk meninjau lokasi dimana terdapat ratusan Babi, di Dusun II rombongan tersebut di tahan dan tidak boleh untuk mengambil foto kandang dan babi nya oleh pemilik yang bernama Po’eng dengan alasannya Tunggu anak saya datang dan Banyak penyakit luar jadi takut jika ternaknya akan terkena” ucap pemilik yang sudah berusia lanjut tersebut.

Lalu tim mencoba mendatangi ke lokasi ternak yang lain di dusun IV masih di desa yang sama, sesampainya di lokasi tersebut disambut dengan baik oleh pemiliknya,

Hasil Konfirmasi dengan peternak ternak Babi di dusu IV tersebut menerangkan” Kami sudah puluhan tahun berternak Babi ini sudah turun menurun jadi jika di suruh tutup kami mau usaha apa dan boleh kami tidak ternak di Kec. Pantai cermin ini, tetapi berikan pada kami tempat untuk bisa melanjutkan usaha ternak kami ini” tandasnya yang di dampingi oleh istrinya. (J.76)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here