Peraktek Pengobatan Aternatif Jeje Tidak Mengantongi Izin Dan Melanggar Aturan Kesehatan

0
73

POSBUMI.COM, BANDUNG JABAR – Disaat wabah virus covid19 mewabah di mana mana bahkan pemerintah pun sudah memberikan aturan atau penerapan sangsi yang harus di patuhi oleh semua kalangan tidak terkecuali agar wabah covid 19 bisa mengurangi penyebarannya.tapi tidak berlaku buat jeje salah seorang oknum ahli pengobatan aternatif yang beralamat di jalan pasirmalang kampung cikahuri no 33 rt 02 rw 14 desa margahayu kecamatan pangalengan bandung jabar.(15/02/21)

Jeje seolah-olah tidak menggubris dengan adanya covid 19 bahkan jeje melanggar aturan-aturan yang sudah di tentukan oleh pemerintah setempat atau pusat ketika pemerintah memberikan peringatan atau ultimatum pelarangan aturan yang harus di patuhi ketika membuka jam peraktek yang harus di kurangi dan jadwal hari libur yang sudah di tentukan yaitu hari jumat.dan tidak menerima pasen dari luar kota atau kabupaten apalagi luar kota .dimana kota tersebut alamat pasen berada di daerah yang termasuk zona merah.atau PSBB.

Kami tim awak media posbumi.com menerima impormasi dari masarakat setempat yang merasa resah dan kewatir dengan adanya peraktek pengobatan aternatif yang dilakukan jeje mengundang kerumunan dan keluar masuknya orang asing dari daerah lain yang datang sebagai pasen( jeje).atau sebatas mengantar sipasen,

Tepat di hari saptu tanggal 13 pebuari 2021 kami tim awak media posbumi.com mendatangi tempat dimana jeje membuka peraktek pengobatannya dan mau menanyakan sekaligus mengkomfirmasi terkait kegiatan yang jeje lakukan.disinyalir melanggar aturan yang sudah di tetapkan pemerintah dimasa pandemik wabah virus covid-19 melanda di semua tempat
Ternyata benar sumber informasi yang kami dapat kan.apa yang di takutkan dan ke kewatirkan masarakat di lingkungan setempat sangat beralasan.

Penumpukan pasen dan kerumunan di tambah kurangnya pasilitas alat untuk pencegahan mengakibatkan memudahkan penyebaran virus covid-19 dimana tempat jeje berperaktek seolah- olah tidak menghiraukan protokol kesehatan.

Diduga pelanggaran yang di lakukan jeje ‘bukan cuman dari kerumuna masa atau tapi kurang nya pasilitas untuk pencegahan menyebarnya virus misalnya alat pencuci tangan dan sabun.tapi jeje pun menerima pasen dari luar daerah salah satunya jakarta bekasi karawang.padahal di tempat tinggal pasen yang berobat ke jeje itu lagi zona merah sangat rentan sekali penyebaran nya.bahkan hari yang sudah di anggap hari liburnya berperaktek itu hari jumat malah jeje buka peraktek seperti biasanya tidak mematuhi aturan atau petunjuk yang sudah diterapkan pemerintah.

Meski secara singkat kami sempet meng kompirmasi jeje dan istri nya meminta tanggapan terkait peraktek pengobatan aternatif yang dilakukan jeje diduga sudah melanggar aturan kesehatan disaat pandemi seperti saat ini.
Alasan yang jeje dan istri nya jelaskan memang jauh dari fakta yang kami temukan di lapangan bahkan izin peraktek pun yang terpangpang di depan rumahnya sudah kadaluarsa berahir di tahun 2018.sudah 3 tahun. ketika tim media sempet menayakan jenis obat herbal seperti apa yang di pergunakan jeje tidak mau menunjukkan atau memperlihatkan obat tersebut.

Terkait keterlambatan untuk memperpanjang surat izin itu di akui dan di benarkan devi istri jeje malah lagi di urus oleh pak enur.beliau sebagai ketua aliansi ujar devi. diduga yang selama ini membekingi peraktek ilegal pengobatan aternatif jeje oknum dari anggota aliansi.makanya saat waktu tim intevigasi mau beranjak pulang karna sudah merasa cukup untuk bahan pemberitan devi sekaligus jeje meminta agar jangan di publikasikan bahkan jeje coba menyuap kami dengan memberikan uang sejumlah uang 500 ribu rupiah.jelas kami menolak nya karna itu bagian dari pripasi/propesi sebagai jurnalis pemburu berita.(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here