Polda NTB Bongkar Pabrik Sabu Rumahan S alias Chen

0
152

POSBUMI.COM, LOMBOK NTB – Pengelola pabrik sabu rumahan S alias Ustaz Chen (32) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) terancam hukuman 20 tahun penjara. Dia dijerat Pasal 113 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Ustaz itu dijerat pasal 113 ayat 2 undang undang-undang nomor 35 tentang narkotika tahun 2009 dengan ancaman 20 tahun penjara,” ata Ketua Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, I Made Yogi Purusa Utam kepada awak media, Senin (23/11/2020).

Yogi mengatakan Ustaz Chen merupakan residivis atas kasus narkoba. Chen bebas 8 bulan lalu.

“Iya betul, dia baru bebas 8 bulan yang lalu,” ucapnya.

Setelah keluar dari penjara, Chen mengajak istrinya untuk tinggal di rumah kakanya di Pancor Selong, Lombok Timur. Di rumah itu lah Chen membuat dan meracik sabu.

Yogi mengatakan sebelum menjadi pengedar dan pembuat sabu, Chen merupakan seorang guru ngaji. Chen mengajar ngaji ilmu tarekat dan memiliki banyak murid.

Secara terpisah, Direkrut Resnarkoba Polda NTB, Kombes Helmi Kwarta Kusuma PR mengatakan Chen sudah lama tidak mengajar ngaji lagi. Hal itu setelah Chen memutuskan untuk beralih profesi sebagai bandar sabu.

“Dulu ngajar ngaji sebelum alih profesi jadi bandar sabu, masyarakat kenal dia sebagai ustaz,” kata Helmi.

Chen merupakan pengelola pabrik sabu rumahan yang dikendalikan oleh seorang narapidana bernama Jenderal Yusuf. Helmi mengatakan Chen dijanjikan oleh Yusuf sebesar Rp 100 juta setiap meracik sabu.

“Kata dia, Yusuf akan bayar dia Rp 100 juta untuk tiap kali produksi,” jelasnya.

Sebelumnya, pabrik sabu rumahan yang digerebek Ditresnarkoba Polda NTB di Lombok Timur diduga dikendalikan narapidana yang masih menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan (lapas). Disebutkan, napi yang dikenal dengan sebutan Jenderal Yusuf memberikan bahan-bahan ke pabrik.(Farid/Dtk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here