PT Indah Jaya Textile dan PT Spin Mill Indah Industry Diduga Merampas Hak Karyawannya

0
120

POSBUMI.COM, SERANG BANTEN – Hal ini terjadi Dua perusahaan Nakal di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, yakni PT Indah Jaya Textile dan PT Spin Mill Indah Industry dilaporkan para pekerjanya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Kamis (11/02/2021).

Pasalnya dua perusahaan tersebut diduga telah melakukan pelanggaran. Kedua perusahaan itu menggunakan jasa perusahaan outsourcing, bernama PT Gema Jobsker Infokom.

Kuasa Hukum yang melaporkan dua perusahaan tersebut, Raidin Anom menyebut, kedatangannya bersama beberapa karyawan untuk melaporkan dan menghadap Penyidik Disnakertrans Provinsi Banten.

“Dalam rangka membuat laporan adanya dugaan pelanggaran normatif, yang diduga dilakukan oleh perusahaan tersebut,” katanya kepada awak media di Kantor Disnakertrans Banten.

“Di Undang-undang (UU) 13 ketenagakerjaan, untuk pidana, sangsi minimum satu bulan sampai 4 tahun kurungan penjara, dendanya sampai Rp 400 juta. Kalau kejadian ini terus berulang, maka kena sangsi pidananya. Ada kesewenang-wenangan, tidak memberikan perlindungan tenaga kerja pada tenaga kerja.

“Untuk itu perwakilan-perwakilan karyawan ini dengan setengah keberanian, walaupun masih ada sisa-sisa penindasan, tekanan ini kami bawa demi tegaknya hukum,” sambung Anom.

Usai dilakukan pemeriksaan, pihaknya selaku kuasa hukum pekerja tersebut meyakini ada beberapa pelanggaran yang dimaksud.

“Karena saya mendampingi juga dalam pemeriksaan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) nya dan kemudian nanti akan dilakukan pemanggilan-pemanggilan kepada pihak yang terkait yang diduga tadi, baik pihak perusahaan maupun pihak outsourcing juga, pokoknya pihak yang terlibat di dalamnya yang telah tadi dengan dugaan berat melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum yang sifatnya normatif dan ranahnya pasti pidana nanti,” terangnya.

Pihaknya tak menjelaskan secara detail pelanggaran apa yang telah dilakukan oleh kedua perusahaan terhadap karyawan. Pasalnya, hal itu ada di wilayah penyidikan setya ada juga di dalam BAP.

Namun Ia mencontohkan, seperti adanya dugaan kelebihan jam kerja yang tidak dibayarkan, dugaan tak ada cuti hamil, nikah dan dugaan tak diberikan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Dan itu dengan tekanan, dan akan mengganggu status kerjanya dan sebagainya, dan yang kedua cuti hamil, cuti nikah itu tidak diberikan, termasuk THR,” ungkapnya.

“Ini disinyalir, nanti kuat ini untuk dijadikan tersangka pemilik perusahaan, dan ini dilaporkan pemilik perusahaanya,” Ujar Anom.(tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here