Ruko Sembako di Tanjung Harapan Dilalap api

0
658

POSBUMI.COM SAMPIT/ KALTENG  –  Kebakaran terjadi disebuah rumah  toko (RUKO) milik Budi Purnomo (46) , di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Api meluluh lantakan isi ruko hingga menimbulkan kerugian materil mencapai Rp 700 juta.

“Dari keterangan korban sementara, sejumlah barang berharga tidak dapat diselamatkan. Sehingga total kerugian diperkirakan kurang lebih sekitar Rp 700 juta,” ujar Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Antang Kalang Ipda Rino, Jumat (08/05/2020).

Bangunan yang terbakar merupakan SPBU mini dan juga rumah sekaligus toko milik korban. Saat kejadian, korban yang berada di lokasi berupaya menyelamatkan sejumlah barang berharga miliknya dibantu sejumlah warga sekitar.

Namun tidak semuanya barang yang berhasil terselamatkan sehingga total kerugian sangat besar.

Kerugian termasuk bangunan yang terbakar berkontruksi kayu, dan pada bagian toko sembakonya berkontruksi beton.

Sementara dari keterangan warga bernama Ferly, saat peristiwa itu ia sedang duduk di teras rumah karna pada waktu itu sekaligus menunggu sahur, Tidak berapa lama dirinya tiba tiba mendengar bunyi ledakan yang sangat kencang hingga langsung membuat lampu padam.

“Setelah mendengar suara ledakan dan lampu langsung padam ia pun langsung masuk ke dalam rumah untuk menyalakan lampu tembok. Sekitar 10 menit, ia kembali keluar rumah, dan melihat api muncul dari SPBU mini milik korban yang berada di depan tokonya,” ucapnya.

Seketika api cepat membesar hingga menjalar ke bangunan toko sekaligus rumah korban. Melihat hal itu, karna api terlihat sangat besar dirinya berteriak dan berupaya membangunkan tetangga sebelah untuk menolong korban menyelamatkan barang berharganya.

Sedangkan api terus membesar dan warga yang berupaya memadankan menggunakan peralatan seadanya tidak berhasil memadamkan api. Hingga setelah sekitar 1,5 jam api dapat dipadamkan dengan bantuan mobil pemadam kebakaran dari salah satu perusahaan, namun oleh karna sudah terlalu besar akhirnya banyak barang yang tidak bisa diselamatkan,”
pungkasnya.

( SR )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here