Sejak Kecil Cabup Lamongan Yuhrohnur Pintar Bermain Silat dan Berjiwa Besar

0
200

POSBUMI.COM, LAMONGAN JATIM – Calon Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi juga bertemu mantan gurunya yang lain, Bojadi Samsul Buharudin di rumahnya.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa jiwa kepemimpinan sudah dimiliki Calon Bupati (Cabup) Lamongan, Yuhronur Efendi, kecuali guru-gurunya. Seperti dituturkan salah satu gurunya semasa SD dan SMP, Bojadi Samsul Buharudin (68), bahwa Yuhronur ternyata pintar silat dan sudah punya bakat memimpin.

Masih bertepatan Hari Guru Nasional, Rabu (25/11/2020), Yuhronur memang mencari beberapa gurunya di kawasan Karanggeneng, baik saat ia masih menempuh pendidikan SD maupun SMP Islam.

Di Dusun Ketawang, Desa/Kecamatan Karanggeneng, cabup yang berpasangan dengan KH Abdul Rouf dalam duet YesBro di Pilkada Lamongan ini, terlihat bahagia bertemu Samsul. Yuhronur sebelumnya sabar menunggu Samsul yang masih menjalankan shalat di Musala At-Taqwa di seberang jalan.

Yuhronur mengaku punya kisah tersendiri dengan Samsul. Salah satunya pergantian nama, dari awalan “Z” menjadi “Y”. “Pak Samsul yang dengan pertimbangan khusus, mengubah nama huruf depan nama saya. Dari Zuhronur menjadi Yuhronur, ” Yuhronur mengisahkan.

Samsul yang mengajar Yuhronur di kelas 6 SD dan di SMP mengaku kaget atas kedatangan Cabup Lamongan nomor urut 2 itu di rumahnya. “Tau-tau gruduk, Masya Allah.. wong gede mrene (Tahu-tahu datang, Masya Allah… orang besar ini datang). ujar Samsul sembari menjabat tangan muridnya.

Samsul tidak menduga bakal ditemui muridnya yang kini berjuang untuk menuju kursi S-1 (Bupati Lamongan). Samsul juga mengakui bahwa Yuhronur adalah orang yang selalu menghormati guru meski sudah selesai menempuh pendidikan. “Bukan saya saja. Tetapi kepada semua guru lainnya, ia juga selalu hormat,” kata Samsul.

Diungkapkan Samsul, Yuhronur adalah siswa yang komplet selama belajar di SD dan SMP. Ia jago main bola dan selalu masuk tim, aktif di Pramuka, ikut olah raga, bela diri silat dan bidang seni juga ikut paduan suara.

Pelajarannya selalu nomor satu karena kecerdasannya. “Ia juga Ketua OSIS di SMP, dan OSIS juga berjalan. Pokoknya selalu pimpinan,” ungkapnya.

Yang membanggakan, Yuhronur selalu menjadi siswa pertama yang maju di kelas menjawab soal pelajaran. “Selalu duluan menjawab pertanyaan guru, ” katanya.

Samsul senang ketika mendapati murid-muridnya kini berhasil, dan tetap memegang adab adab sopan santun. “Murid yang dicetak baik, Insya Allah akan berhasil baik. Dan mendengar anak didik jadi (berhasil), saya juga senang. Alhamdulillah masih punya tata krama,” puji Samsul.

Kemudian Samsul menasihati Yuhronur agar selalu memegang amanah dan memahami kesulitan orang kecil. Tidak ‘adigang, adigung adiguna’ atau tidak sombong. “Karena kepemimpinan itu amanah dari Allah, ” pesannya.

Samsul juga meminta Yuhronur tetap menjadi orang sabar dan melaksanakan amanah dengan baik jika kepemimpinan sudah berada di pundaknya.

Samsul mengaku beruntung masih bisa bertemu Yuhronur Bahkan sering bertemu saat shalat berjamaah di masjid, ketika Yuhronur pulang ke desa. “Kalau ketemu murid, sama dengan ketemu anak, ” akunya.

Saat ditanya alasan mengubah huruf pertama Yuhronur, Samsul mengatakan hanya pertimbangan agar mudah diucapkan. “Kalau Z itu pengucapannya agak sulit. Makanya waktu penulisan ijazah SD saya ganti Y, jadi Yuhronur, bukan Zuhronur, ” kelakarnya.

Di kediaman Samsul, Yuhronur juga berkesempatan melihat benda-benda yang menurutnya sangat berharga, yaitu foto-foto semasa dirinya masih SD. Sekali lagi, Yuhronur trenyuh atas kesabaran Samsul menyimpan benda-benda kenangan itu.

“Luar biasa, ternyata Pak samsul masih menyimpan foto-foto sewaktu saya masih SD . Seperti waktu kegiatan sepak bola, pramuka dan pencak silat di sekolah. Ini tentu sangat berharga bagi saya, ini yang sejak dulu saya cari-cari,” kata Yuhronur.

Hari Guru Nasional, menurut Yuhronur, menjadi sebuah momen tepat untuk mengingat betapa besarnya jasa guru. Menurutnya, tidak ada satu pun orang menjadi hebat tanpa guru. Jadi pada Hari Guru, lanjutnya, semua orang perlu melakukan perenungan.

“Betapa besar jasa guru yang membentuk kita, yang memberikan landasan moral, akhlak dan budi pekerti untuk kita,” urai mantan Sekda Lamongan itu.

Yuhronur menegaskan semua orang wajib berterima kasih kepada seluruh guru di Indonesia, dan mendoakan agar guru selalu mendapat kekuatan untuk membangun bangsa, dan agar menjadikan bangsa lebih baik lagi.

Pada momen Hari Guru Nasional, Yuhronur juga menyelipkan programnya, bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi program prioritas bagi pasangan YesBro, termasuk memperhatikan kesejahteraan guru. “Tentu ini sudah menjadi program kami dari YesBro, bahwa kesejahteraan guru akan kita perhatikan, ” katanya.

Kesejahteraan yang diprogramkan, jelas Yuhronur, bukan hanya seberapa besar insentifnya dan sebagainya, tetapi juga fasilitas, sarana prasarana pendidikan, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa menjadi lancar.(Kebek)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here