Solo Berstatus Siaga Satu”mengantisipasi ancaman kasus perselisihan dua perguruan silat yang terjadi beberapa hari lalu

0
54

POSBUMI.COM, SOLO – Ada yang berbeda dari situasi Kota Solo, Jawa Tengah. Sejak Senin malam 21 September 2020, kondisi keamanan setempat berstatus siaga total.

Bahkan tampak ratusan personel polisi dan Kodim, dan dibantu Kopassus dan Brimob. Belum lagi aksi helar pasukan di Kota Solo terlihat tinggi ketika 800 pasukan Brimob menggelar latihan penanggulangan anarkis di Stadion Manahan pada Senin pagi.

Pun malam harinya, sebanyak 440 personel gabungan dari polri, Kodim, Kopassus, dan TNI AU menggelar patroli hingga Selasa 22 September pagi. Warga Solo juga diimbau tidak keluar rumah demi menjaga hal-hal yang tak diinginkan.

Pertanyaan ada apa dengan Solo? Kepolisan Resor Kota (Polresta) Surakarta menegaskan satuan Brimob dan Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah serta Unsur TNI (Korem-Kodim-Lanud-Kopassus) ditugaskan menjaga dan memelihara situasi Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas tetap kondusif.

Polresta Surakarta menyebut bahwa sejak Senin malam hingga Selasa dini hari telah dikerahkan empat tim untuk melakukan patroli skala besar-besaran.

“4 Tim Patroli Skala Besar yang terdiri dari 440 personel Gabungan Polresta Surakarta, Kopassus, Kodim 0735/ Surakarta,TNI AU, Brimob, Dit Samapta Polda Jateng dan Satpol PP siap menjaga kota Surakarta malam ini, Senin (21/09/2020) hingga pagi hari nanti,” tulis Instagram Polresta Solo @polrestasurakarta.

Mereka juga menyatakan bahwa sebanyak 800 personel Brimob Polda Jateng menggelar latihan antianarkis di Stadion Manahan. Informasi yang beredar, mereka akan diterjunkan untuk mengamankan Kota Solo dari kemungkinan demo besar-besaran oleh salah satu perguruan pencak silat.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak membantah jika ratusan personil tersebut disiapkan bukan untuk mengantisipasi ancaman kasus perselisihan dua perguruan silat yang terjadi beberapa hari lalu.

Personel itu disiagakan hanya untuk menjaga situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalulintas di wilayah Kota Surakarta.

“Tidak ada itu bentrokan. Personel ini disiapkan untuk menjaga dan memelihara situasi Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas supaya tetap kondusif,” kata dia.

Keberadaan ratusan personel TNI-Polri yang telah disiagakan tersebut dapat membantu masyarakat. Tujuannya agar bisa tetap menjalankan aktivitas seperti biasa di tengah pandemi Covid-19.

“Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat ya,” katanya.(Por)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here