Terkait penemuan Celurit di Gerbang Tol Slipi, Polisi Amankan 2 Pemuda

0
781

POSBUMI.COM, JAKARTA– Penemuan senjata tajam jenis celurit yang terjadi di gerbang pintu Tol Slipi 1 tepatnya di lajur GSO.02 (Gardu Semi Otomatis).pada Selalsa (21/4/2020) lalu.

Jajaran Polres Metro Jakarta Barat langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait penemuan senjata tajam tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru dalam press conference melalui Livestreaming Ig menjelaskan, bahwa beberapa hari yang lalu terdapat adanya penemuan senjata tajam di gerbang pintu tol Semanggi yang diansumsikan sebagai kasus begal yang gagal namun fakta sebenarnya adalah adanya kasus tawuran antar 2 kelompok pemuda yang dibubarkan oleh warga sehingga para pemuda tersebut kocar kacir.

“Ketiga pemuda yang berboncengan menggunakan sepeda motor melarikan diri hingga ke lampu merah Slipi putar balik dan ada seorang pemuda yang masuk ke gerbang jalan tol lalu membuang sajam disekitar lokasi,” ujar Audie, Rabu (29/4/2020).

Dari ketiga pemuda yang berhasil diamankan diantaranya berinisial MRP alias RVN (16), TF alias ADN (16) dimana kedua ini amankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Dimana MRP membawa senpi jenis airsoft gun sedangkan TF yang memiliki senjata tajam yang waktu itu sempat viral dan temannya berinisial RAP alias RMY kami lakukan pemeriksaan sebagai saksi karena tidak membawa jenis sajam apapun,” kata Audie.

Audie menambahkan, ada berapa barang bukti yang berhasil diamankan berupa 2 potong pakaian yang dikenakan pelaku saat di tempat kejadian perkara (TKP), 2 potong celana panjang, 1 buah handphone, 1 unit kendaraan yamaha mio, 1 pucuk senjata revolver jenis air softgun, 1 buah tabung CO2 untuk airsoft gun, 1 bilah senjata tajam jenis celurit bergagang kayu.

Sementara dalam kesempatan yang sama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya menerangkan bahwa ketiga pemuda yang berhasil di amankan merupakan kelompok geng motor yang menamakan kelompoknya kelompok Tanjung Duren 23.

“Dihari tersebut saat masa pandemi mewabahnya virus Covid-19 mereka berkeliling di wilayah Palmerah dan Tanjung Duren disaat tersebut mereka bertemu dengan kelompok geng motor lainnya dikenal dengan anak kobam dan terlibat tawuran,” jelas Arsya.

Disaat terjadi tawuran tersebut warga disekitar yang melihat kejadian langsung melakukan pembubaran dan berpencar melarikan diri.

“Kami juga menghimbau untuk meminta peran aktif orang tua dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendidik serta memberikan bekal yang positif agar dikemudian hari agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here