Tidak Ada Banjir, Pernyataan BPBD Kota Tangerang membuat Tersinggung Tokoh Muda Batusari

0
189

POSBUMI.COM, KOTA TANGERANG – Hujan yang melanda Kota Tangerang pada malam hingga selasa siang kemarin telah mengakibatkan banjir di beberapa wilayah tak terkecuali di RW.03 Kelurahan Batusari Kecamatan Batuceper Kota Tangerang,

Dari hasil pantauan tim di lapangan bahwa seluruh RT di wilayah RW.03 tersebut telah terendam air setinggi paha orang dewasa atau sekitar 50-60 cm dan bahkan hampir semua rumah warga di RW.03 Kelurahan Batusari rata terendam banjir hingga masuk kedalam rumah-rumah.

Dari sekian ratus rumah yang terendam banjir, juga ada rumah salah satu tokoh muda Kota Tangerang, San Rodi yang biasa disapa Kucay Doang yang bertempat di Jalan Darussalam Selatan 1 RT.02 RW.03 Kelurahan Batusari Kecamatan Batuceper Kota Tangerang.

San Rodi Kucay Doang bersama Lurah Batusari ditemani Babinsa, Ketua RW.03, Perwakilan PMI Kota Tangerang, Perwakilan DPUPR Kota Tangerang, Selasa siang itu langsung melakukan monitor dan melihat langsung kondisi keseluruh wilayah di RW.03 yang terendam banjir.

Saat ditemui oleh awak media Posbumi.com Kucay Doang mengungkapkan rasa kesalnya setelah membaca stetment Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang di media online Forwat.com yang mengatakan bahwa tidak ada banjir. Meski warga teriak air masuk ke dalam rumah, dianggapnya bukan sebagai banjir dan genangan air lewat saja.

“Harusnya dia gak usah buat stetment seperti itu lah, bikin tersinggung masyarakat awam saja. Udah mendingan juga pak Kabid kerja nyata saja biar bagaimana caranya Kota Tangerang ini kaga banjir lagi. Jangan menunggu sampai ada rumah warga Kota Tangerang yang tenggelam karena banjir”. ungkapnya

Terparah banjir di Wilayah RW.03 Kelurahan Batusari terjadi pada malam Tahun Baru 2020 lalu, dan saat itu sampai sekarang sudah banyak pihak Dinas PUPR didampingi oleh Kecamatan dan Lurah melakukan survey, tapi sampai saat ini di awal tahun 2021 belum ada realisasi yang nampak untuk dilakukannya Normalisasi kali kecil yang ada di samping pabrik konpeksi atau mungkin ada solusi selain.

“Sampai saat ini DPUPR Kota Tangerang sudah memfasilitasi Diesel Penyedot Air ketika pengeringan dan sudah membuat jembatan di depan pabrik konpeksi sebagai lompatan kali kecil untuk aliran air ketika terjadi banjir diwilayah kami, tapi itu tidak maksimal karena kalinya belum juga di normalisasi” jelasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here