Tim Gabungan Evakuasi Banjir Bandang Di Gunung Mas Bogor Dilakukan Secara Manual

0
65

POSBUMI,COM,BOGOR – Tim gabungan TNI, Polri, dan relawan mulai melakukan evakuasi material banjir bandang yang memenuhi rumah dan akses warga di Kampung Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (20/1/2021). Evakuasi material banjir bandang dilakukan secara manual dan menurunkan alat berat.

Pantauan di lokasi, tim gabungan TNI, Polri dan relawan berjibaku membersihkan material banjir bandang berupa lumpur, batu, dan batang pohon yang terbawa dan berserakan di jalan dan rumah warga. Proses evakuasi dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat.

Tim gabungan membersihkan lumpur yang menggenang di jalan dan akses warga secara manual menggunakan cangkul dan alat lainnya. Sementara alat berat menyingkirkan dan mengevakuasi batu-batu besar dan batang pohon yang melintang di pinggir Sungai Cisampay. Evakuasi dilakukan agar aliran air Sungai Cisampay tidak tersumbat.

Sementara itu, cuaca di lokasi banjir bandang saat ini pukul 10:00 WIB masih diguyur hujan tipis sejak pagi tadi. Intensitas hujan yang cukup deras, membuat tim gabungan untuk menghentikan sementara proses evakuasi material banjir bandang. Kabut tebal saat ini menyelimuti Kamoung Gunung Mas.

Sebelumnya, Danrem 061/Suryakencana Brigjen Achmad Fauzi menyebut, sebanyak 2 pleton pasukan TNI di siagakan di lokasi banjir bandang bersama 2 pleton pasukan dari Polres Bogor dibantu tim gabungan dari unsur BPBD, TAGANA dan relawan.

“Kita sendiri dari Kodim ada 2 pleton, dari Polres Bogor ada 2 pleton, belum lagi dari Tagana dan lain-lain, ada ratusan orang disini,” kara Brigjen Achmad Fauzi di lokasi banjir bandang, Selasa (18/1/2021) malam.

Tim gabungan bahkan bersepakat untuk memulangkan separuh deri relawan yang datang ke lokasi banjir bandang.

“Anggota gabungan ini ada ratusan ini, dari relawan sendiri kita monitor ada 43 (komunitas) relawan disini, info ada 400 orang dan sebagian kita minta dan perintahkan untuk kembali pulang),” kata Brigjen Achmad Fauzi.

“Karena kita tidak menginginkan banyak kerumunan, karena banyak orang dan sebagian kita minta pulang, karena Kabupaten Bogor adalah titik pemberlakuan PPKM, jadi aeparuh relawan kita kurangi. Kita handle dengan separuhnya tersebut,” kata Brigjen Achmad Fauzi menambahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here