Tinggal di rumah beratapkan langit,Efendi dan keluarganya butuh perhatian dari Pemerintah

0
42

POSBUMI.COM,SERGAI – Pasangan suami istri yang merupakan warga kampung Dungun Dusun I Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin ini dianggap “luput” dari perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Seperti dialami, Efendi (45) bersama istrinya Nurainun (44) dan lima orang anaknya merindukan bantuan Pemerintah pusat khususnya perhatian, Pemerintah Desa bahkan Pemkab Serdang Bedagai.

Sejak dari awal berumah tangga hingga mempunyai lima orang anak. Keluarga ini mengaku tak pernah menerima bantuan apapun, bahkan pengakuannya bantuan Corona (Covid-19) baik dari Pusat, Provinsi apalagi Pemkab Serdang Bedagai seperti bantuan BLT Desa serta BST Kemensos tak pernah diterima pasutri ini.

Program pengentasan warga miskin di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dinilai belum maksimal. Sehingga dianggap peran penting Pemerintah Desa harus ditingkatkan.

Efendi kepada wartawan Senin,(5/10/2020) mengaku, bantuan dampak wabah virus Corona (covid-19) tak pernah kami terima, apalagi program PKH dan BPJS Pemerintah.

“Beberapa bulan yang lalu ada pemerintah Desa datang, yang datang itu oknum Kadus meninjau dan berjanji akan membantu atap maupun tepas dinding untuk perbaikan rumah namun sampai saat ini tak ada datang lagi,”bilangnya dengan sedih.

Dengan kondisi rumah yang atapnya tembus menatap langit Nuraini istri Efendi berharap bisa mendapatkan program bantuan Bedah rumah dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Perhatikanlah kami pak, masyarakat kecil yang terdampak virus corona dan lihatlah rumah kami bila hujan turun terpaksa harus mengungsi kerumah tetangga,” sebutnya.

Pantauan wartawan dilokasi, tampak kondisi dinding tepas rumah Efendi seorang nelayan tradisional ini sudah mulai rapuh sedangkan atap rumah yang terbuat dari “Daun Rumbia” sudah mulai hancur dan tembus menatap langit. Ironisnya, bila hujan turun di malam hari dapat dipastikan kelima anak Nurainun kedinginan dan basah akibat tetesan air hujan.

Pemerintah Desa Dinilai Pemberi Harapan Palsu (PHP).

Sementara di lokasi yang sama, Dusun I Desa Tebing tinggi Kecamatan Tanjung Beringin terlihat juga ada gubuk reot
atau rumah berukuran 3×4 meter milik Julham (28) yang berlantai tanah berdinding tepas dan atap rumbia juga luput dari perhatian Pemkab Sergai khususnya Pemerintah Desa setempat.

Sebagai nelayan tradisional yang pulang hari, ia mengaku, penghasilannya hanya pas buat makan sehari itupun kalau laut kondisi tenang tidak berombak namun bila laut sedang tidak ramah Julham berkata tak bisa pergi melaut.

“Laut ini kan pasang surut, bila laut sedang pasang dan tenang barulah para nelayan tradisional bisa pergi mencari nafkah dan kalau kondisi laut lagi berombak besar nelayan berdiam di rumah,” ungkapnya.

Dengan kondisi rumahnya Julham hanya terlihat pasrah, namun dirinya bersama istri tercintanya Nurhayati (25) berharap adanya bantuan program bedah rumah dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan maupun Pemerintah Desa.

Selain itu dirinya juga mengatakan, selama wabah covid-19 tidak ada menerima bantuan jenis apapun baik itu BLT, BST dan sembako apa lagi bantuan nelayan maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kemarin, ada oknum Pemerintah Desa yang datang mendata katanya nanti dapat bantuan bedah rumah tapi hingga sekarang ini tak kunjung datang, semoga apa yang di katakan oknum itu benar,” ucapnya penuh harap. (Jrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here