TRUTH akan laporkan Komisioner Komisi Informasi Banten Ke Dewan Etik

0
130

POSBUMI.COM,KOTA TANGERANG – Menyikapi pernyataan dari Komisioner Komisi Informasi Banten dan Kabag Humas Pemkot Tangerang terkait laporan kami atas dugaan pelanggaran tindak pidana keterbukaan informasi publik dibeberapa media masa. Ada beberapa hal yang mengganjal dan menjadi catatan kami, yaitu :

1. Pernyataan dari Komisioner Komisi Informasi Banten HILMAN, M.Si yang menyatakan bahwa surat permohonan penyelesaian sengketa informasi yang kami ajukan ke Komisi Informasi Banten belum terigistrasi tidak benar adanya. Sebab pada tanggal 11 agustus 2020 kami sudah mengirimkan surat permohonan penyelesaian sengketa informasi via e-mail ke alamat e-mail resmi milik Komisi informasi Banten.

2. Pada tanggal 24 Agustus 2020 kami menghubungi salah satu staff komisi informasi banten via whattaps untuk menanyakan perkembangan surat yang kami ajukan, dan beliau menjawab bahwa surat permohonan penyelesaian sengketa informasi kami sudah di daftarkan atau di registrasi.

3. Selanjutnya pada tanggal 2 Oktober 2020 kami kembali menghubungi salah satu staff komisi informasi banten via whattaps untuk menanyakan perkembangan surat yang kami ajukan, sekaligus mempertanyakan pernyataan komisoner Komisi Informasi Banten HILMAN, M.Si. Beliau mengatakan bahwa sudah meregistrasi surat penyelesaian sengketa informasi dan terkait pernyataan komisoner Komisi Informasi Banten HILMAN, M.Si beliau tidak tahu-menahu soal itu.

4. Bahwa bukti registrasi atas surat permohonan penyelesaian sengketa informasi belum dikirim kepada kami, beliau beralasan karena kondisi WFH dan pembagian waktu kerja.

5. Kami mempertanyakan pernyataan Komisioner Komisi Informasi Banten HILMAN, M.Si yang kontradiktif dengan penjelasan salah satu sataff nya di Komisi Informasi Banten yang mengatakan bahwa belum meregistrasi surat penyelesaian permohonan sengketa informasi yang kami ajukan.

6. Kami juga mempertanyakan pernyataan Komisioner Komisi Informasi Banten HILMAN, M.Si yang mengatakan bahwa “laporan pidana hanya bisa dilakukan jika termohon tidak menjalankan amanah putusan yang sudah inkrah.” Kewenangan dari Komisi Informasi adalah menyelesaian sengketa informasi publik, bukan memberikan tafsiran terhadap UU Keterbukaan Informasi Publik.

7. Jikalau pernyataan Komisioner Komisi Informasi Banten HILMAN, M.Si berdasarkan Surat Edaran Komisi Informasi Pusat Nomor 1 tahun 2012 tentang Penanganan Aduan Tindak Pidana dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dirasa kurang tepat, sebab;
Menurut Pakar Hukum Administrasi Negara sekaligus Praktisi Keterbukaan Informasi Publik Dr. (c) Suhendar, SH., MH Mengatakan: Dalam UU no. 12 tahun 2011 Tentang Peraturan Perundang-Undangan tidak mengatur tentang “Surat Edaran”, Oleh sebab itu “Surat Edaran” kedudukan nya bukan sebagai peraturan perundangan-undangan.  Namun pengertian surat edaran diatur dalam Permendagri no. 55 tahun 2010 pasal 1 butir 43 yang menyatakan bahwa: “Surat Edaran adalah naskah dinas yang berisi pemberitahuan, penjelasan dan/atau petunjuk cara melaksanakan hal tertentu yang dianggap penting dan mendesak”.

Materi muatan Surat Edaran hanya sebatas surat pemberitahuan dan bukan merupakan norma hukum sebagaimana norma dari suatu peraturan perundangan-undangan. Dengan kata lain bahwa Surat Edaran tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk menganulir, menafsirkan dan/atau merubah makna hukum, apalagi terhadap Undang-undang, yang kedudukannya lebih tinggi serta merupakan kehendak masyarakat karena dibentuk oleh kekuasaan eksekutif (Pemerintah) dan legislatif (DPR).
Artinya laporan kami ke polres metro tangerang atas dugaan pelanggaran tindak pidana keterbukaan informasi publik sudah tepat dan berdasarkan pertimbangan hukum.

8. Kemudian menyikapi Pernyataan Kepala Bagian Humas dan Protokol yang juga menjabat PPID Pemerintah Kota Tangerang Buceu Gartina yang mengatakan bahwa pemohon tidak konsisten terhadap materi yang diajukan dan juga tidak melampirkan dokumen terkait kerjasama dengan Indonesia Corruption Watch. Menurut kami alasan tersebut sangat mengada-ada.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here