Unggah Status di Media Sosial, Wali Murid SD di Bali Dilaporkan ke Polisi

0
307

POSBUMI.COM, BALI – Berawal dari sebuah komentar status di media sosial, dua wali murid Sekolah Dasar (SD) di Bali harus berurusan dengan pihak kepolisian dan berujung hingga ke pengadilan.

Linda dilaporkan oleh SP (isteri oknum Kolonel TNI AU) ke penegak hukum Polda Bali dan dijadikan tersangka.

Atas laporan tersebut Linda kecewa lantaran dirinya dijadikan tersangka. Padahal, menurut Linda, dirinya justru sebagai korban dan difitnah yang keji oleh SP karena telah menyinggung dirinya lewat tulisan status yang diunggah oleh SP di media sosial.

Bahkan Linda menantang SP agar membuktikan tuduhannya tersebut. Alih-alih tidak bisa membuktikan tuduhannya tersebut, SP malah melaporkan dirinya ke polisi. Linda dilaporkan dengan alasan telah melanggar UU ITE.

“Setahu saya, kalau saya melanggar UU ITE itu, diantaranya kalau saya melakukan makian atau hinaan dengan cara menulis nama SP pada kata-kata untuk ditujukan pada diri SP, justru sebaliknya SP sudah terlebih dahulu melakukan hinaan, makian dan merendahkan saya di Whatsapp Group,” jelas Linda.

Lebih lanjut dikatakan Linda, bahwa sangat aneh sekali kalau polisi itu malah tetap melanjutkan laporan SP dan membuat dirinya menjadi tersangka, tanpa mau mendengar pembelaan dirinya.

Tidak hanya itu, suami Linda pun turut dilaporkanya ke polisi oleh SP isteri oknum Kolonel TNI AU ini dengan laporan palsu, dan memakai saksi-saksi palsu yang tidak memiliki bukti, dan polisi percaya dengan saksi palsu itu.

Padahal suami Linda punya rekaman suara apa yang terjadi sebenarnya, dan itu sebetulnya bukti fakta yang tidak bisa direkayasa, namun pun demikian polisi lebih percaya kepada saksi palsu dari SP yang hanya bermodalkan omongan saja bukan alat bukti.

“Memangnya hukum itu cukup dengan bukti omongan saja?,” ucap Linda.

Linda menduga mungkin SP sendiri tidak menyangka kalau suaminya memiliki bukti rekaman yang sebenarnya terjadi, dan SP dengan beraninya tetap bersaksi palsu kepada penegak hukum.

Kasus hukum yang menimpa Linda ini terjadi pada 14 Mei 2020, berawal dari sindiran ‘orang kaya’ oleh SP, dengan mengatakan ‘kalau mau jadi orang kaya rubah dulu kelakuanmu‘. Padahal dikatakan Linda itu tidak nyambung dengan pembicaraan orang tua-orang tua di Grup Whatsapp.

Lalu Linda membagikan status yang dibuat SP (isteri oknum Kolonel TNI AU) dan diberikan label (tag) nama SP di Facebook. Tujuan Linda untuk meminta klarifikasi, mengingat sebelumnya status SP tersebut menyinggung diri Linda.

Linda dan SP sendiri tidak saling mengenal baik, melainkan kenal biasa saja karena anak Linda dan SP sama-sama berteman 1 kelas yaitu sama-sama kelas 6 SD.

Alih-alih Linda bermaksud minta klarifikasi SP, malahan Linda dilaporkan oleh SP ke penegak hukum atau Polda Bali dan dijadikan tersangka.

Dikatakan Linda, kalau dirinya minta klarifikasi itu, karena status yang dibuat SP itu fitnah yang kejam, makanya dirinya share status Facebook-nya SP istri Kolonel TNI AU itu.

Dirinya juga tag SP untuk membuktikan bahwa statusnya yang menyinggung itu adalah tidak benar dan fitnah kejam. Bahkan, Linda berani menyampaikan bahwa kalau memang tuduhan di status Facebook yang di buat SP itu benar, Linda menantang dengan berani memberikan gelang diamond-nya yang seharga Rp 30 juta.

Linda merasa tidak terlalu mengenal SP, tapi sepertinya dengan adanya kasus hukum yang menimpa dirinya atas laporan SP ke polisi, menjadikan Linda merasa aneh bahwa SP kok seperti sangat tahu tentang kehidupan dirinya.

Saat ini Linda sudah didampingi pengacara Togar Situmorang dengan alamat kantor Law Firm di Jl. Tuked Citarum No. 5 A Renon, dan di Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Dps, Jl. Kemang Selatan No. 99, Ged. Piccadilly, Rm 1003-1004, Mampang Prapatan – Jakarta Selatan.

Linda hanya berharap kasus hukum yang menimpa dirinya bisa ditegakkan dengan seadil-adilnya, dan hukum jangan berpihak kepada dia yang dianggap punya kekuasaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here