Advokat Ujang Kosasih: Patut Diduga Satreskrim Polres Serang Dan Kejari Serang Merekayasa Surat Perpanjangan Penahanan 

0
111

POSBUMI.COM, SERANG BANTEN – Dalam kasus yang dialami suami dari klien Advokat Ujang Kosasih bernama inisial AGR, apakah Satuan Reskrim Polres Serang sudah melaksanakan SOP sesuai Pasal 24 ayat (1) dan (2) KUHAP.

Advokat Ujang Kosasih diberi kuasa dari istri (bernama Tati Nuryati – red) pihak tersangka AGR.

Mengenai batas waktu masa penahanan yang dimiliki instansi penegak hukum seperti penyidik di Kepolisian sebagaimana amanah Pasal 24 ayat (1) dan (2) KUHAP yaitu:

(1) Perintah penahanan yang diberikan oleh penyidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, hanya berlaku paling lama dua puluh hari;
(2) jangka waktu sebagaimana tersebut pada ayat (1) apabila diperlukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh penuntut umum yang berwenang untuk paling lama empat puluh hari.

Pihak Polres Serang melalui Satuan Reskrim patut diduga melanggar hak azasi manusia, melanggar aturan Pasal 24 ayat (1) dan (2) KUHAP.

Disampaikan oleh Advokat Ujang Kosasih selaku kuasa hukum inisial AGR, dalam ketentuan diatas menjelaskan batas waktu masa penahanan untuk keseluruhan pemeriksaan tersangka oleh penyidik yaitu 60 (enam puluh) hari dan yang berwenang memperpanjang masa penanahan yaitu penuntut umum. Namun apabila pemeriksaan melewati jangka waktu maksimum yang telah ditentukan maka penyidik harus mengeluarkan Tersangka dari tahanan “demi hukum” atau dengan sendirinya penahanan terhadap Tersangka batal menurut hukum.

“Maka dapat dilihat dengan jelas dan tegas, mengenai batas waktu masa penahanan serta batas wewenang yang seharusnya dilaksanakan Satuan Reskrim Polres Serang sebagai instansi penegak hukum yang memenuhi kepentingan perlindungan hak asasi manusia bagi setiap tersangka atau terdakwa,” ucap Ujang.

Untuk mendapatkan informasi yang valid, Advokat Ujang pada hari Senin (13/09/2021) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang untuk mempertanyakan perihal perpanjangan penahanan tahap dua kepada kliennya (inisial AGR – red), kemudian didapatkan jawaban dari pihak Kejaksaan Negeri Serang.

“Dari pihak Kejari Serang yang bertugas di PTSP, petugas tersebut sudah mencari cari surat tersebut, kemudian saya mendapatkan jawaban, bahwa belum diterbitkan surat perpanjangan penahanan tahap dua tersebut kepada klien saya, itu saya dapat jawaban dari petugas PTSP,” ucap Ujang, menyampaikan jawaban dari petugas PTSP Kejari Serang.

Setelah dari Kejari Serang, Advokat Ujang lanjut mendatangi Polres Serang untuk bertemu penyidik Satreskrim Polres Serang.

“Saya mendapatkan jawaban dari salah satu penyidik Satreskrim Polres Serang bernama Bripka Diar Herdiana, dia menunjukkan bukti permohonan perpanjangan penahan tahap kedua kepada klien saya, Bripka Diar sambil menunjukkan bukti catatan permohonan perpanjangan penahan tersebut, yang tertanggal 8 September 2021, bahwa bukan salah dari Satreskrim Polres Serang kata Bripka Diar Herdiana, melainkan keterlambatan dari pihak Kejari Serang,” kata Ujang, menirukan jawaban dari Bripka Diar Herdiana.

Berita lanjutan akan dimuat lagi untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here