Anggaran COVID-19 Rp 64 M, Kinerja KaDinkes Pemkab Pemalang Tak Jelas

0
917

POSBUMI.COM, PEMALANG-JATENG  –  Perkembangan Penanggulangan dan pencegahan serta penularan virus Corona yang di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten (PemKab) Pemalang Provinsi Jawa Tengah hingga sampai sekarang terasa belum  jelas kapan berakhir.Padahal anggaran yang di glontorkan untuk penanganan virus tersebut,wilayah Kabupaten Pemalang bisa di bilang amat dasyat.

Anggaran ini tidak main main, karena belum lama ini,muncul kabar yang amat mengejutkan dari salah satu anggota DPRD, yakni mencapai Rp.64.7 Miliar. Diantaranya 21,116 Miliar pada Dinkes, Jaringan pengaman sosial untuk BLT sebesar 29.7 Milyar, Dukungan vertikal Rp.750 jt, dukungan RS Swasta Rp.1,5 miliar dan masih banyak lagi. Padahal dalam pemberitaan sebelumnya hanya Rp 40 Miliar. Namun dari anggaran sebesar itu beberapa kalangan baik, Puskapik, DPRD Kab Pemalang menilai Kinerja Dinas Kesehatan ( Dinkes ) dianggap lamban dalam menangani COVID-19.

Tidak hanya itu saja, dalam proses pengadaan Alat Pelindung Diri ( APD ) juga terkesan asal asalan. Karena anggaran untuk pengadaan sudah mengalir, tapi barang yang di pesan belum terwujud. Akibatnya, banyak tim medis yang terkapar di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Ashari Pemalang, karena positif kena virus Corona.

Menanggapi soal itu, Politisi Partai Golkar,Ujianto MR dalam acara”Public Hearing” Senin  (27 /04/2020) di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang,  mengatakan, seharusnya Dinkes bekerja secara profesional. Karena dalam memegang penanganan Covid-19 di Kab.Pemalang.

“ Dinkes punya tanggungjawab yang sangat besar. Tapi kenapa pertanggungjawaban ini cukup di sepelekan , tidak di laksanakan dengan baik,” tegas Ujianto sambil menyebut nama  Sholahudin selaku Kepala Dinkes.

Hal lain di tambahkan oleh Fahmi Hakim SH., dari Fraksi PPP DPRD. Menurutnya, terkait anggaran yang sudah di gelontorkan untuk pembelian APD.  “Barangnya harus sudah siap. Tapi ko ini aneh dan lucu. Masa udah bayar , barang belum datang,” terangnya.

Menyoal apa yang sudah di ungkapkan oleh Sekdin Kesehatan yakni Mardiyanto, lanjut Fahmi, anggaran Rp.2.75 Miliar yang katanya sudah dibelanjakan, seharusnya barang sudah siap.

Menyoroti Kinerja Dinkes, Direktur Puskapik, Heru Kundhimiarso dalam acara Publik Hearing menyayangkan sekali  tindakan Dinkes yang  dengan pedenya sudah menyampaikan “Dinkes punya APD”.

“Adanya di mana,” kata Kundhi dengan nada kecewa.

Kalau saya boleh menilai bahwa Dinas Kesehatan sebagai pelaksana teknis garda terdepan dalam penanganan soal COVID – 19 ” Gagap ” alias plitat plitut.

” Saya di sini bukan untuk menghakimi, tapi murni kepedulian untuk kebaikan bersama,”  tegas Kundhi.

Sementara itu di hari yang berbeda, Bendahara Keuangan yang juga Kepala DPPKAD H. Punto Dewo,  Rabu (29/04/2020) malam,  di posko gugus tugas COVID-19  saat di singgung soal anggaran, pada awak media mengakui bahwa pada bulan Maret 2020  anggaran yang sebelumnya hanya Rp.40 Miliar.  Kini secara keseluruhan PemKab menyediakan sebesar Rp.64 Miliar.

“Soal anggaran yang sebagian udah di keluarkan untuk belanja itu bidangnya petugas teknis, bukan pada saya,” terang Punto Dewo.

( A’IDIN ST & WASKITO )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here