Ditangkap Tampa Bukti Permulaan Yang Cukup,ABK Asal Tabanan Bali Ajukan Prapradilan

0
54

POSBUMI.COM,TABANAN BALI – Salah satu tersangka kasus narkotika di Satresnarkoba Polres Tabanan, I Putu KM alias Rere (31) mengajukan gugatan pra-pradilan ke Pengadilan Negeri (PN) Tabanan.

Materi pra peradilan telah teregistrasi dan hanya tinggal menunggu waktu persidangan.

Atas gugatan tersebut, pihak Satresnarkoba Polres Tabanan pun mengaku siap menghadapinya.

Melalui kuasa hukumnya, Rere yang merupakan salah satu tersangka kasus narkotika yang ditangani Satresnakoba Polres Tabanan mengajukan gugatan pra peradilan dan telah teregistrasi dengan nomor perkara : 1/Pid.Pra/2021/PN Tab pada Senin 22 November 2021 kemarin.

“Materi gugatannya adalah soal syarat sah penangkapannya. Jadi kurangnya barang bukti yang cukup. Justru tidak ada barang buktinya. Jadi ini dituduh jualan ganja, gak ada ganjanya,” ujar Kuasa Hukum pemohon, Singgih Tomi Gumilang saat dikonfirmasi, Selasa 23 November 2021.

Dia melanjutkan, kliennya tersebut diamankan petugas hanya berdasarkan ponsel. Dan menurutnya, ponsel tersebut adalah ponsel kosong.

“Jadi handphone kosong itu dibuat sebagai barang bukti. Jadi kekurangan barang hukti yang sah ini menjadikan abuse of power dari kepolisian kepada masyarakat,” katanya.

Tomi juga mengklaim, bahwa dalam proses penangkapan kliennya tersebut, tidak dilengkapi dengan surat penangkapannya.

Sehingga, ketika petugas datang ke rumahnya membuat syok dan sedih keluarganya. Terutama ibu kliennya yang berusia 51 tahun tersebut panik saat didatangi petugas.

“Untuk permohonan gugatan pra peradilan ini sudah diajukan ke PN Tabanan dan sudah teregistrasi. Jadwal sidangnya nanti akan dilakukan perdana pada 13 Desember 2021 mendatang,” tandasnya.

Dikonfirmasi mengenai adanya gugatan prapradilan oleh tersangka narkotika, Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra membenarkan hal tersebut.

Namun, menurutnya proses tersebut adalah hak dari tersangka.

“Iya ada praperadilan. Tidak kenapa. Itu kan haknya tersangka. Tidak apa-apa,” kata AKBP Ranefli saat dikonfirmasi, Selasa 23 November 2021.

Disinggung mengenai materinya, AKBP Ranefli menyatakan bahwa gugatan tersebut terkait dengan sah atau tidaknya penetapan status tersangka terhadap yang bersangkutan.
“Yang jelas kami siap menghadapi,” tandasnya.

Kasat Resnarkoba Polres Tabanan, AKP I Gede Sudiarna Putra juga mengatakan hal senada dengan pimpinannya. Gugatan tersebut terkait dengan penetapan tersangka.

“Iya ada (pra pradilan), tidak kenapa. Yang penting kami sudah sesuai dengan SOP (dalam penangkapan). Artinya kita tidak asal tangkap, tapi berdasarkan pengembangan,” ungkap AKP Sudiarna.

AKP Sudiarna mengungkapkan, pihaknya di Satresnarkoba sudah melakukan penetapan status tersangka sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan juga sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana.

“Jadi itu (tersangka Rere) adalah pengembangan dari dua tersangka sebelumnya,” tandasnya.

Untuk diketahui, tiga orang tersangka penyalahguna narkotika dibekuk Satresnarkoba Polres Tabanan dengan barang bukti narkotika jenis ganja belum lama ini. Salah satu tersangka dalam kasus ini adalah I Putu Krisna Mukti alias Rere (31).

Dalam kasus ini, Rere merupakan hasil pengembangan dari penangkapan dua tersangka sebelumnya.(TG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here