Imbas Kecelakaan Bus Pelajar, Anggota DPRD Kota Tangerang Pertimbangkan Larangan Study Tour

0
82

POSBUMI.COM, KOTA TANGERANG – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang yang membidangi pendidikan, Andri S. Permana menolak pelarangan kegiatan study tour bagi siswa.

β€œSebagai regulator kita harus membuat aturan yang banyak opsi. Jangan hanya melarang tapi tidak punya solusi”, kata Andre melalui Keterangan Persnya, Minggu (19/5/2024) malam.

Andri menjelaskan, ada dua perspektif yang harus dilakukan dalam melihat permasalahan outing class.

Saat ada pelarangan, lanjutnya, harus ada solusi, sehingga tidak berdampak psikologis pada peserta didik.

Mengingat setelah mengalami fase pendidikan selama tiga tahun, tentu peserta didik mengharapkan adanya momen untuk bisa berbagi kebahagiaan dengan teman-temannya.

β€œIni harus kita kasih ruang,” tandasnya.

Untuk itu, Andri yang juga politisi PDIP menyarankan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, harus mereview kembali surat edaran yang sudah di buat pada tahun 2023 lalu.

Di situ, tambahnya, perlu memasukkan adanya komponen keselamatan.

β€œPerihal ini bisa bekerjasama dengan Dishub dalam proses pelibatan kelayakan armada transportasi yang akan di gunakan,” ujar Andri

Kedua, sambungnya, perlu banyak terobosan alternatif saat peserta didik tidak boleh outing class keluar Kota Tangerang.

” Ini berarti harus ada kerjasama Pemerintah daerah dengan sektor pariwisata,” ujarnya.

Disbudpar, ungkap Andri, harus bersama-sama dengan Dindik menyiapkan fasilitas-fasilitas publik yang bisa di akses oleh peserta didik.

Sehingga, ucapnya, peserta didik tetap mendapatkan pengalaman berbagi kebahagiaan di akhir masa studinya di ruang lingkup yang cukup di Kota Tangerang.

Kemudian, kata Anggota Dewan β€˜nyentrik’ ini, outing class memenuhi aspek kebahagiaan dalam belajar.

Pasalnya, inti dari pendidikan nasional adalah memiliki kurikulum yang lengkap dengan aspek kebahagiaan.

β€œDi dalam RPJMD Pemkot Tangerang terdapat indeks kebahagiaan itu. Sehingga menjadi elemen terpenting yang gak boleh kita singkirkan,” pungkasnya.

Jangan sampai, tambahnya, niat menegakkan aturan karena kekhawatiran atau ketakutan dapat merenggut kebahagiaan anak didik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here