Ini Penjelasan BMKG Terkait Isu Badai Panas Equinox

0
609

POSBUMI.COM, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelasan terkait dengan berita yang beredar dimasyarakat melalui media sosial tentang Peringatan Badai Panas Ekuinox.

Plt.Deputi Bidang Meteorologi- BMKG Herizal menjelaskan, bahwa fenomena Ekuinox bukanlah fenomena badai panas atau gelombang panas atau HEAT WAVE yang kerap terjadi di daerah lintang menengah dan tinggi seperti di India, Jepang, Korea, Amerika dan Eropa.

“Fenomena gelombang panas adalah fenomena suhu udara lebih panas dari 5°C dari ambang batas suhu normal suatu wilayah yang disebabkan oleh munculnya anomali sistem cuaca tekanan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari atau minggu,” ujar Herizal, dalam keterangannya, Senin (18/5/2020).

Sedangkan fenomena Equinox kata dia, merupakan salah satu fenomena astronomi, dimana posisi semu matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa.

“Fenomena ekuinox dapat terjadi dua kali dalam satu tahun, yaitu sekitar tanggal 21 Maret dan 23 September setiap tahunnya. Secara umum suhu rata-rata di wilayah Indonesia pada saat periode ekuinox berkisar antara 32-36°C,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pada bulan Mei ini, posisi semu matahari sudah berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sehingga dapat dikatakan bahwa fenomena ekuinox tidak terjadi lagi hingga periode pertengahan september mendatang.

“Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum bulan Mei 2020 di wilayah Indonesia masih cukup normal dengan kisaran antara 31 – 36°C,” jelasnya.

Ia menegaskan, dengan memperhatikan penjelasan teknis tersebut, maka dapat dikatakan bahwa isu tersebut adalah Hoax dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Untuk itu BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari fenomena ekuinox sebagaimana disebutkan dalam isu Hoax tersebut.

“Masyarakat diharapkan tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas pada siang hari terlebih bagi yang sedang menjalankan Puasa dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan diri, keluarga serta lingkungan,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here