KJK Mengutuk Serangan Israel Bombardir Kantor Berita di Jalur Gaza

0
128

POSBUMI.COM, TANGERANG – Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK) mengutuk keras atas serangan udara Israel yang menghancurkan menara Al Jalaa, gedung berlantai 11 di Jalur Gaza, yang jadi pusat kegiatan jaringan media Al Jazeera dan kantor berita Associated Press.

Serangan itu disebut sebagai hal yang tidak dapat diterima dan merupakan bentuk pelanggaran HAM serta kejahatan kebebasan pers.

Sejumlah kantor berita, seperti Associated Press (AP), Middle East Eye, Al JazeeraTV, Mayadeen Company for Media Services, stasiun radio Voice of Prisoners, dan Doha Media Center berkantor, pada 15 Mei 2021. Dalam peristiwa tersebut sebanyak 10 jurnalis terluka dan 32 kantor media hancur. Ini upaya untuk pembungkam terhadap jurnalis dalam melakukan pekerjaannya, yakni menyampaikan informasi dan peristiwa secara langsung dari lapangan.

Seperti dilansir dari kantor berita Associated Press, Minggu lalu (16/5/2021) diketahui para jurnalis dan penyewa menara Al-Jalaa berhasil dievakuasi dengan aman setelah militer Israel memperingatkan serangan akan terjadi. Sebanyak tiga rudal menghantam gedung dalam waktu satu jam, mengganggu liputan konflik yang sedang berlangsung antara Hamas dan Israel.

Menurut Pejabat Direktur Jenderal Al-Jazeera Media Network, Mostefa Souag, serangan itu sebagai “kejahatan perang terhadap Jurnalis” untuk menghentikan jurnalis melaporkan konflik.

Sementara. Presiden dan CEO AP, Gary Pruitt, pihaknya sedang mencari informasi dari pemerintah Israel dan terlibat dengan Departemen Luar Negeri AS untuk mempelajari lebih lanjut alasan dibalik penyerangan kantor media di Gaza.

Ini sudah jelas Israel telah melakukan kejahatan jurnalis dan membukam pers dunia, dalam “World Press Freedom Day” Pada 1993, Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa menetapkan 3 Mei sebagai hari kemerdekaan pers dunia di seluruh Internasional. Demi memertahankan kebebasan media dari serangan atas independensi.

KJK mengutuk keras dan menyerukan pernyataan sikap atas “Kejahatan terhadap Jurnalis” yang dilakukan oleh aksi Israel. Berikut pernyataan sikap KJK:

1. Mendesak kepada Perserikatan bangsa-bangsa, untuk memberikan sanksi kepada Israel atas aksi pembukaman dan pemboman kantor media di Gaza.

2. Meminta kepada PBB dan komunitas internasional mengambil langkah inisiatif untuk menekan militer Israel dan Hamas agar menghentikan semua aksi kekerasan yang telah memakan korban jiwa terhadap jurnalis sebagai korban komplik.

3. Meminta Pemerintah Indonesia, untuk melakukan diplomasi kepada PBB, Israel dan Palestina untuk melindungi tugas Jurnalis dalam kebebasan pers dunia

4. Menilai serangan brutal Israel pada jurnalis, media adalah tindakan kriminal luar biasa dan kejahatan terhadap jurnalis yang harus direspon dengan hukum internasional.

5. Menyerukan organisasi-organisasi jurnalis untuk bersama-sama melakukan langkah aktif merespon kondisi di Jalur Gaza, serta bersolidaritas terhadap jurnalis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here