Oknum Kades Sukamanah Diduga memperkaya diri dari Rampokan ratusan jutaa Hasil Dana Desa

0
215

POSBUMI.COM,CIANJUR – Masyarakat Desa Sukamanah Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur selatan menuntut agar Kepala Desa (Kades) mundur dari jabatannya, di karenakan anggaran Desa Sukamanah bisa direalisasikan dan perlu keterbukaan anggaran.

Masyarakat sudah tidakpercaya kepada oknum Kades Sukamanah berinisial T, diduga melakukan penyelewengan anggaran dan tidak bertanggung jawab pada Surat Pertanggungjawaban (SPJ) data administrasi dari program yang ada.

Masyarakat Desa Sukamanah merasa janggal karena tidak direalisasikan anggaran di tahun 2023 tahap pertama, dan bukan hanya itu saja warga menduga oknum Kades disinyalir melakukan penyimpangan dan melakukan
Penggelapan anggaran-anggran yang digelontorkan di Desa Sukamanah padatahun 2022.

Masyarakat sedikit banyaknya telah mengetahui oknum Kades tersebut tidak dapat menerapkan dana untuk melakukan pengaspalan tahap 3 TA 2022 sebesar RP 100.000.000 rupiah, pada Dana BPKKPD aspirasi yang tidak diterapkan TA 2022 sebesar Rp 100.000.000 rupiah, pada Dana Ketahanan Pangan di Tahap 1 Domba sebesar Rp 100.000.000 rupiah, dan juga pada Tahap 2 Perkebunan sebesar Rp 77.000.000 rupiah, serta Bantuan Provinsi (Banprov) TA 2022 sebesar Rp 84.000.000 rupiah. Jadi jumlah keseluruhan sebesar Rp 461.000.000 rupiah.

Pada warga Desa Sukamanah yang telah menerangkan kepada awak media saat dikonfirmasi dari kedusunan (Kadus), geramnya masyarakat atas perlakuan oknum Kades T, yang terlihat sampai saat ini tidak kooperatif dan jarang datang untuk berkantor, prilaku Hedon serta memiliki mobil anyar dan membangun hunian baru yang berlokasi di Ciwidey, bahkan oknum kades tersebut juga memiliki istri lebih dari satu, asumsi-asumsi tersebut berkesan Oknum Kades telah merampok anggaran yang digelontorkan ke Desa Sukamanah.

Nono Ajid selaku tokoh Desa Sukamanah pada awak media, hari senin 24 Juli 2023 mengharapkan agar anggaran untuk dapat diterapkan dengan baik.

β€œSaya sebagai tokoh masyarakat mewakili semua warga masyarakat Desa Sukamanah dari empat kedusunan, meminta maaf dengan maksud bukan untuk menjerumuskan seorang kepala desa namun semua warga masyarakat berharap ada jalan keluar kepada saya juga masyarakat agar pembangunan di Desa Sukamanah berjalan baik, yang utama dan pertama pada pembangunan tahun 2022 sampai saat ini tahun 2023 yang sangat dikhawatirkan masyarakat Desa Sukamanah dan para tokoh ulama serta yang lainya, berkeinginan untuk lebih baik lagi”, jelas Nono Ajid.

Nono Ajid juga berharap agar anggaran dari Pemerintah tersebut dapat diterapkan sesuai jobnya dan pada intinya, β€œbukan berarti ingin melengserkan atau menjerumuskan tapi tokoh masyarakat dan warga masyarakat berkeinginan meluruskan. Dan adapun tindakan selanjutnya saya sebagai masyarakat tidak memiliki hukum atau payung hukum itu adalah kembali pada hukum”, tutur nya.

Kendati demikian oknum kades saat mau diminta tanggapannya dan di datangi kekantor Desa akan tetapi informasi dari pegawai Desa, oknum Kades T tidak hadir dikantor bahkan sempat mendatangi kediamannya akan tetapi tidak ada, mencoba melakukan komunikasi via telp dan sehingga pesan beberapa kali namun tidak ada respon dan balasan. Dengan demikian berita diterbitkan.(BD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here