Polda Jatim Memperluas E-TLE Di 55 Titik Berkombinasi Dengan Teknologi INCAR

0
200

POSBUMI.COM, SURABAYA – Electronic Trafic Law Enforcement (e-TLE) atau e-Tilang di wilayah Polda Jawa Timur kini diperluas di 55 titik. Dalam pelaksanaannya, e-TLE akan dikombinasikan dengan teknologi Artificial Intelligence yakni Integrated Node Capture Attitude Record atau INCAR. Apa itu?

Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman, memaparkan INCAR merupakan pengembangan dari e-TLE. Namun, INCAR bisa bergerak ke mana saja dan di mana saja. Singkatnya, INCAR adalah ETLE portabel untuk menindak masyarakat yang melanggar lalu lintas.

“Tujuan dari pada INCAR, tentunya seluruh pelanggaran-pelanggaran di ruas jalan yang belum terpasang e-TLE bisa kami cover. Jadi seluruh pelanggaran-pelanggaran bisa kami cover. Nah, saya harapkan incar ini betul-betul bisa menjadi alat menekan angka laka lantas. Di mana saja seluruh pelanggaran bisa kami terdeteksi,” kata Latif di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (23/3/2021).

Tak hanya itu, Latif menyebut ada sejumlah kecanggihan dari INCAR. Salah satunya bisa mendeteksi wajah. Latif menambahkan seseorang yang terdeteksi akan terungkap data pribadinya.

“Seperti nama, alamat, dia punya SIM atau tidak, kendaraannya resmi atau tidak, sudah bayar (pajak) apa belum, bisa terdeteksi,” ungkap Latif.

Selain itu, alat ini juga terkoneksi dengan data milik Korps Lalu Lintas. Jadi, semua data diri pemilik kendaraan akan lebih mudah terbaca.

“Alat ini bisa membaca plat nomor yang ada. Sehingga dapat terkoneksi dengan data Electronic Registration and Identification atau ERI milik Korlantas. Seluruh data, kendaraan yang beroperasional di Jawa Timur. Adanya e-TLE terkoneksi nasional, bisa terdeteksi semuanya,” papar Latif.

Di kesempatan yang sama, Latif menambahkan INCAR juga telah terkoneksi dengan database SIM. Terdapat data berapa kali masyarakat tersebut melanggar aturan.

“INCAR saat ini sudah terkoneksi dengan database SIM. Selain itu, INCAR ini juga bisa terkoneksi dengan Traffic Attitude Record atau TAR. Jadi seseorang yang mau memperpanjang SIM akan dilihat, dalam lima tahun berapa kali melakukan pelanggaran, itu sudah bisa terdeteksi,” pungkas Latif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here